Pilpres Dan Propokasi Rakyat.

0
186

Catatan. Ahmad Fadhly.



Rakyat Indonesia baru saja memberikan hak suaranya pada Pemilihan Presiden beberapa waktu lalu, terlihat rakyat indonesia yang berada di dalam negeri dan diluar  begitu semangat dan bergairah memberikan hak suaranya.

Gairah dan semangat rakyat memberikan haksuaranya saat pemungutan suara, tidak lain hanya berharap kepada presiden yang terpilih mampu memberikan sosilusi dan membawa sebuah perubahan kearah yang lebih baik.

Selain rakyat antusias memberikan haksuaranya saat pemungutan suara, kondisi keamanan juga sangat kondusif, tidak ada gesekan dan keributan. Suasana kondusif terjadi disemua daerah. Namun, pasca pemungutan suara, rakyat yang sudah sering disuguhi hitung cepat untuk mengetahui hasil pesta demokrasi di kejutkan dan dibuat gundah oleh lembaga survei.

Pasalnya,sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat hasilnya berbeda, ditambah ambisi para pasangan Capres memperoleh kemenangan dengan cepat mengumandangkan kemenangannya berdasarkan hasil hitung cepat tersebut.

Saling kleim lembaga survei dan ambisi Capres menyatakan dirinya sebagai pemenang yang membingungkan rakyat serta membuat hati rakyat gundah akibat pernyataan dan kelakuan elit petinggi partai politik diperparah dengan pernyataan pemilik lembaga survei yang menyebutkan hasil hitung cepatnyalah yang bisa dipercaya ketimbang penghitungan KPU.

Rakyat Indonesia terkesan hendak dipropokasi, dan terkesan ada upaya pemaksaan kehendak mengakui ketidak benaran dan terjadi kudeta konstitusi negara hanya untuk mencapai ambisi berkuasa.

Memang Menyedihkan kondisi intelektual bangsa ini, ambisi kekuasan menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisi tersebut. Rakyat tertawa melihat tingkah polah kaum intelektual, rakyat tingkat bawah tidak akan terpropokasi,  rakyat sibuk dengan kegiatannya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Rakyat hanya mengharapkan, pemimpin yang mereka pilih bisa membawa perubahan yang lebih baik. Rakyat sabar menunggu pengumuman tanggal 22 Juli sesuai konstitusi negara ini, stop propokasi.

(Penulis adalah Ketua Hiwaplab Labuhanbatu-Sumut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here