Pergelaran Pawai Budaya dan Hendaraan Hias

0
42

LAMPUNG UTARA-Zonadinamika.com. Petang itu, sinar mentari sedikit redup,maklum saja mendung menyelimuti seputaran Kotabumi.  Meski demikian, tidak menyurutkan ribuan pasang mata masyarakat yang tampak menyaksikan pergelaran pawai budaya dan kendaraan hias yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam rangka memperingati hari jadinya ke-71, Kamis (20/7), di Jalan ARPN.

Ditengah keramaian atraksi pergelaran tersebut dari jauh tampak salah peserta dari unsur kecamatan memerkan adat budaya masyarakatnya mendapat aplause dari penonton sangat meriah. Karena mereka memamerkan kebudayaan daerah, lain dari pada biasanya.

Itulah peserta yang berasal dari, Kecamatan Kotabumi Selatan mempertujukkan kebudayaan yang ada di masyarakat Lampung, Abung Siwo Mego. Mengangkat tema, “pelepasan wanita temu pineng di diatas lunjuk (menjemput mempelai menjelang pernikahan dalam adat).

Disana tampak jelas para peserta,  baik itu muda-mudi maupun yang dewasa maupun tokoh adat mengenakan pakaian adat lengkap, yakni suku Lampung Abung. Dimana ada dalam arak-arakan proses pengambilan mempelai wanita itu,  ditandu dan dijaga oleh dua orang pendekar (balo-balo). Tugas mereka untuk mengawal dan menjaga sang pengantin perempuan dapat sampai ditujuan dengan selamat.

Ada hal unik dari pertunjukkan,  karena diikuti oleh sang camat,  Gunaido Utama ikut serta dalam memerankan salah satu pengawal pengantin dengan pakaian adat lengkap. Ikut berbaur mempertujukkan tarian para perwatin (tokoh adat),  demi mensukseskan acara tersebut.

“Sengaja saya ikut serta agar para peserta dapat lebih semangat dalam memerankan perannya masing-masing,”ujarnya.

Masyarakat yang menyaksikannya pun sangat terhibur,  dengan penampilan pertujukkan adat budaya Lampung tersebut.  Hal itu telihat dari antusiasme dan dukungan diberikan pada rombongan peserta saat penampilan. Tidak sedikit dari mereka memuji pertunjukkan yanh jarang dilihat pada saat ini,  karena dilaksanakan secara sakral di posesi pernikahan adat.

“Bagus sih penampilannya,  mereka menunjukkan serupa dengan yanh ada saat pagelaran adat penjemputan calon pengantin dalam masyarakat adat Lampung.  Sama persis, “kata salah seorang penonton.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here