Suara dari Papua Untuk Aceh

0
421

Semarang. Zonadinmika.Sebagai bagian dari Gerakan Solidaritas Nasional untuk korban Aceh Singkil, maka Gereja gereja di Indonesia, tidak bisa berdiam diri dan berdoa ditempat. Melalui media sosial ini Gereja-gereja di Indoneia, harus peka, sadar bahwa umat Kristen sudah cukup lama dilecehkan existensinya di negeri ini”. Kata Pdt.Phil Karel Erari memalui akun facebook pribadi kepada media ini, Kamis (15/10/2015) pagi

Pembakaran gereja, hanya karena tidak izin harus dipersoalkan secara Hukum berdasarkan Konstitusi UUD 45, Kalau Aceh adalah bagian dari negara Indonesia Pancasila, maka disana pun harus bisa dibangun gereja”.kata Pdt.Philp Erari

“Suara dari Papua untuk saudara kami di Aceh, agar atas nama Kemanusiaan dan atas nama Keadilan, Gereja-gereja dan umat Kristen harus dihormati, sebagai sesama warga negara Indonesia. Sama hal yang biasa dilakukan oleh orang Papua penghargaan dan penghormatan orang Papua terhadap ummat Islam di Papua untuk membangun Mesjid dan Musyolah tanpa Izin disemua pelosok Pulau Cendrawasih. Karena Gereja dan Mesjid adalah tempat sacral untuk beribadah kepada Allah Yesus Kristus atau Allah SWT”.Ujar Pdt Erari yang juga Wakil Ketua PGI Indonesia ini.

Pendeta Phli Erari juga menegaskan kepada umat Kristen dan Muslim di Papua mendorong Pemerintah, dengan semua institusinya agar tidak bersikap standar ganda dalam urusan hidup beragama di Indonesia. Kasus Tolikara 17 Juli dan Kasus Aceh Singkil, 13 Oktober, memperlihatkan perlakuan yang bersifat Standar ganda dari Papua.

Kami ingin melihat apakah para Menteri akan segera turun tengan untuk meletakaan batu untuk pertama pembangunan Gereja baru dan mengakhiri pengingkaran Existensi Gereja di negeri Serambi Mekkah ini”.Lanjut Pendeta Erari.

(Bernardo Boma)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY