Pdt. Dr.Phil Karel Erari : Ada apa dengan Freeport? Siapa punya Freeport?

0
817
Pdt. Dr.Phil Karel Erari (Foto:Ist)

Semarang.Zonadinamika. Pdt. Dr.Phil Karel Erari yang juga Wakil Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) ini. menaggapi 15 eks karyawan diantaranya yang pernah melamar tapi ditolak Pada tanggal 8 dan 9 Oktober Sebagai Pdt di PGI yang pernah menyoroti kepada PT Freeport Indonesia saya katakana “Tanah Kita Hidup Kita” PT Freeport Indonesia ditempatkan sebagai Perusahan Tambang Emas terbesar, terkaya tapi sangat primitif dalam pengolahan dan operasinya.

Freeport telah menrusak ekosistem semua sungai a,l, Minarjeri dan Ajkwa. Merusak habitat hutan sagu serta DAS semua sungai sampai ke bibir pantai, seluas 50 mil laut Arafuru. Sistem pengeloaan Sisa pasir atau Tailing sangat primitif. Sungai menjadi tempat pembuangan tailing sekitar 120 ribu lebih metrik ton/hari “Tulis Erari dalam media sosial akun facebook pribadinya,Minggu 11/10/2015,pagi.

Pendeta Erari Mempertanyakan keberadan PT.Freefort Indonesia diPapua, Freeport milik siapa? Mengapa kami anak anak Papua pemilik Tanah, kami dari Asmat, Biak, Ayamaru, Wamena dan lain-lain, ditolak, dan pelamar dari luar gampang diterima?

Dijelaskan Erari “Status PT Freeport Indonesia yang hadir 2 tahun sebelum Pepera 1969, merupakan kunci, dari permasalahan Papua. Konflik Belanda Indonesia sejak 1961 sampai dengan “:kemenangan” Indonesia pada tahun 1962 dengan Perjanjian New York 15 Agustus 1962, dan “kemenangan kedua melalui Pepera, Agustus 1962” lagi dilatarbelangi hadirnya PTFreeport Indonesia”.

Pesan kepada Direksi Freeport, baik di Tembaga pura seperti EVP John Rumanum, Presiden direksi PTFI Syamsuddin, para Senior Advisors PTFI di Jakarta, Dr Kafiar, Drs.Michael Menufandu, Drs SP Morin, Senior Advisor bagi Presiden direksi, agar mendengar keluhan 15 eks karyawan dan ex pelamar yang mewakili ratusan pelamar asal Papua, agar diberi kebijakan keberpihakan, sesuai prinsip Otsus tentang “Affirmative policy” bagi orang asli Papua.”Kata Erari

PT Freeport Indonesia sudah sangat memperkaya para pemilik saham baik di Amerika, Eropa Australia dan Asia, termasuk Indonesia, Sementara rakyat Papua masih miskin ditanah mereka Tanah yang Tuhan menitipkan kekayaan Alam itu ”Lanjut Erari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here