Kebebasan Pers Pekerjaan Rumah yang Berat Bagi Pemerintah Pusat.

0
366

Semarang. Zonadinamika.com. Seminar kebangsaan “Demokrasi Kebebasan dan Kemanusiaan Era Reformasi di Papua” yang diselengerahkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wahid Hasyim dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Arnold Belau mengatakan dalam materinya “kebebasan pers dipapua”  banyak kekerasan terhadap wartawan-wartawan lokal  dan Tutupnya akses bagi  jurnalis asing yang masuk meliput dipapua secara bebas hal itu disampaikan”. dikampus Aula 2 Universitas Wahid Hasyim Semarang, Sabtu 03/10/15 siang.

Arnold Belau Persoalan kesenjangan ekonomi, sosisal, budaya dan perbedaan pandangan politik yang berkepanjangan, Kebebasan pers pun masih jauh dari harapan pada tanggal 8 Mei 2015 pernyataan Presiden Joko Widodo mulai tanggal 10 mei 2015 wartawan asing boleh meliput secara bebas di Papua, Namun dalam penerapan tidak semudah dengan pernyataan Presiden menjadi rumit  dan dan beberapa institusi menolak akses bagi wartawan asing masuk ke Papua.

“Kebebasan pers dipapua adalah pekerjaan besar bagi pemerintah Indonesia dari sejak tahun 1969 hingga kini, Pers dipapua masih jauh dari harapan  dan butuh kebijakan yang radikal dari pemerintah pusat agar kebebasan pers dapat terjamin dan benar-benar terlihat “ Kata Belau yang juga Wartawan Tabloid JUBI Papua ini.

Sampai dengan hari ini Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi provinsi  yang sedang diisolasi oleh negara Indonesia dari pantauan dunia Internasioanl” Lanjut Belau.

 

(Bernardo Boma) 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY