Jeritan Hati Warga Gintung Kerta Yang Terabaikan Akibat Tidak Mampu Bayar Jasa Kerja ke PT.CSI

KARAWANG, Zonadinamika.com. Mardiah warga Gintung Tengah,Desa Gintung Kerta Kecamatan Klari, yang merasa terabaikan atau tersingkirkan dari mereka-mereka yang punya kebijakan dan punya kuasa, dan berdirihnya perusahaan yang nota bene sangat membutuhkan ribuan tenaga kerja di lingkunganya berharap bisa menyambung hidup demi masa depan bersama anaknya, namun semua itu dia rasakan terkubur dalam-dalam artinya kehadiran PT.CSI ternyata tidak membawah Keberutungan baginya,walapun hanya bekerja buruh kasar dalam perusahaan tersebut.

Itu semua dia rasakan, tidak lain karena dirinya tidak mampu bayar jasa, khusunya pada pihak desa dimana Mardiah berdomisilih. Oleh sebab itu, dirinya yang sudah menjanda di tinggal suami tercinta yang telah almarhum merasa tersingkirkan.

Dan sangat wajar dia menyanyangkan tindakan pihak desa Gintung Kerta dalam perekrutan tenaga kerja selama ini, yang diperuntuhkan untuk PT. Chang Shin Indonesia. Bahkan Mardiah menuding bahwa pembohonngan yang selama ini di lakukan oleh pihak desa Gintung dalam mengutamakan warga setempat, pihak desa lebih mengutamakan cari uang dari para pencari kerja, dan tidak tanggung-tanggung bila tidak mampu menyetor ke desa min Rp. 2 juta rupiah dari berbagai korlap jangan harap pihak desa mau membantu untuk masuk PT.CSI.

Bila pelamar langsung yang berhubungan dengan pihak desa bisa-bisa sampai Rp.4 juta setiap pelamar, jadi, apa yang di suarakan pihak desa pada managemen ingin mengutamakan warga desa stempat atau lingkungan banyak bohongya, saya yakin pihak CSI juga tahu, bahwa pelamar yang selama ini di bawah pihak desa tidak semua warga lingkungan,itu tadi, bagi mereka yang mampu bayar jasa pihak desa, Tegas Mardiah.

Bila orang miskin yang tidak mampu bayar jasa pihak desa jangan harap bisa di bantu, saya sendiri berapa kali minta tolong pada pihak desa, tidak perna di tanggapi dengan berbagai alasan, tahu mereka, karena saya tidak bakal mampu bayar jasa mereka. “Saya adalah keluarga miskin, orang tua saya tidak memiliki pendapatan tetap, dan saya hanya pendidikan rendahan, setiap saya minta tolong ke pihak desa agar di bantu masuk kerja di PT.Chang Shin Indonesia selalu banyak alasan dan harus bayar, setelah saya bilang saya tidak mampu membayar namun membutuhkan pekerjaan demi menafkahi anak saya, karena suami saya sudah almarhum, tapi pihak desa tetap ngotot harus pakai uang” terang Mardiah dengan wajah sedih.

Seraya menambahhkan, bahwa dirinya mengetahui jelas, orang-orang yang di masukin oleh pihak desa, itu semua bukan dari warga gintung kerta, sangat banyak dari luar, intinya yang mampu membayar jasa mereka hingga nilai jutaan rupiah. Dirinyapun memohon pada pihak PT.CSI agar benar-benar memperhatikan warga gintung kerta sebagai buruh dalam perusahaan.

Dirinyapun berencana menyampaikan keluhanya pada pihak Disnaker, sebagai warga lingkungan CSI, dia melakukan itu karena dirinya merasa tersingkirkan dalam penempatan tenaga kerja di PT.CSI akibat ulah oknum pihak desa yang mengharuskan bayar jasa dengan nilai jutaan rupiah, ucapnya pada zonadinamika.com di kediamananya

Memang, kemelut akan perekrutan di PT.CSI saat ini, menjadi sorotan banyak pihak termasuk pihak pemerintah, itu sebabnya Pihak disnaker bersama DPRD, Koramil, dan Pihak Kepolisian berusahan melakukan pertemuan dengan pihak managemen, namun sangat di sayangkan, kedua desa yang berdekatan pada perusahan tersebut tidak hadir dengan alasan tidak di ketahui.

“Dalam rapat tadi, kita menekankan pada pihak managemen PT.CSI agar perekrutan tenaga kerja melibatkan Disnaker, dan bukan hanya PT.CSI, semua perusahaan tidak panggil, dengan tujuan, agar penerimaan tenaga kerja merata, dan terhindar dari calo-calo tenaga kerja. Dan kita juga sangat menyanyangkan pihak desa yang tidak hadir, yang selama ini di gembor-gerborkan tidak berpihak pada warga Karawang, namun ada dugaan unsure di buat jadi ajang bisnis” papar Kadisnakertrans Karawang H.Suroto,SE pada Zonadinamika.com di kantornya.

Di tempat terpisah, Kabid Bina Penta Disnakertrans, Teo Suryana mengakui, Rapat yang di gelar terkait perekrutan di PT.CSI tidak di hadiri oleh kedua Desa, maka pihaknya berencana bersama anggota DPRD Komisi D akan tetap memanggil pihak Desa dalam membahas perekrutan di PT.CSI.

“Pada dasarnya pihak managemen PT.CSI menyambut baik atas permintaan Disnakertrans dan DPRD, agar perekrutan melalui Disnaker, namun pihak PT.CSI minta perlindungan, mungkin selama ini, mereka menilai pihak desa sudah terlalu jauh intervensi pada managemen CSI dalam perekrutan tenaga kerja di PT.CSI, makanya minta perlindungan pada kita” terang Teo. (budi)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan