“Mewujudkan Labuhanbatu Mandiri 2015 Menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020″ Tinggal Kenangan.

sumutLabuhanbatu-zonadinakia online.Kata “Mandiri” merupakan kata sifat yang dimaknai dalam keadaan dapat berdiri sendiri tidak bergantung pada orang. Kata ini terlihat menjadi salah satu kata dalam rangkaian kalimat yang digunakan H. Tigor Panusunan Siregar Bupati Labuhanbatu pada setiap spanduk atau baliho yang dipasang dipinggir jalan, diwarung kopi dan nasi di daerah itu.

Kata Mandiri yang diuntai dalam kalimat yang berbunyi “Labuhanbatu Mandiri 2015 Menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020” terkesan sebuah visi dan misi orang nomor 1 daerah tersebut. Kalimat manis tersebut menjadi pembahasan masyarakat. Pasalnya, kalimat itu dimaknai masyarakat, pada tahun 2015 ini Labuhanbatu sudah mampu menyediakan sendiri kebutuhan masyarakatnya. Selanjutnya 5 tahun kedepan Rakyat Labuhanbatu tinggal menikmati kesejahteraan di segala bidang.

Masyarakat menilai pernyataan Bupati itu hanya bualan belaka. Penilaian itu berdasarkan fakta yang dirasakan dan dilihat oleh masyarakat. Seperti, bidang pertanian, saat ini terlihat khususnya di daerah pantai yang dahulunya dikenal sebagai lumbung padi, saat ini hamparan sawahnya sudag beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Perubahan itu terkesan dibiarkan oleh Pemerintah Kabupaten tidak ada upaya melakukan pencegahan.

Malah perbaikan sistem pertanian di daerah pantai terkesan dilakukan dengan tidak serius. Sistim pengairan yang dibuat tidak berfungsi. Bahkan, lumbung Desa Moderen yang ada tidak pernah difungsikan menyebabkan hasil panen dibawa keluar daerah. Parahnya lagi, musim tanam tahun ini pemerintah kabupaten Labuhanbatu tidak memberikan bantuan benih bibit padi dan pupuk subsidi pada kelompok petani.

Sementara itu, bidang perkebunan, masyarakat hanya sebagai penonton, hutan yang ada di daerah pantai dikuasai oleh asing dan aseng tanpa peduli dengan masyarakat setempat. Sama halnya dengan Pemkab terlihat tidak pernah mau menyisihkan dan memprogram bagaimana mengelola hutan supaya rakyat turut menikmati sumber daya alam daerahnya sendiri.

Lain lagi, hasil perkebunan yang sudah sejak lama di budidayakan oleh masyarakat misalnya perkebunan nenas di Labuhanbilik Kecamatan Panaitengah tidak pernah diakomodir oleh Pemerintah kabupaten untuk dikelola sebagai makanan yang siap saji dan menjadikan buah tersebut sebagai industri rumah tangga yang bisa menopang kehidupan masyarakat.

Jadi, melihat fakta tersebut dan membandingkannya dengan kalimat manis diusung H. Tigor Panusunan Siregar sebagai kepala Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang beberapa bulan lagi habis masa jabatannya dinilai masyarakat tidak sesuai. kalimat yang selalu berada dibawah foto balihonya dinilai masyarakat hannya kleim untuk menutupi ketidak mampuannya memanejemen Labuhanbatu.

“Bidang mana yang mandiri, tidak ada satu bidang kehidupan masyarakat yang bisa berdiri sendiri. Program pemerintah tidak ada yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupan. Pembangunan pasilitas tanpa program. Kemiskinan dan pengangguran menjamur”sebut Amin (42) warga Panaihulu.

Kini pernyataan sang Bupati mewujudkan Labuhanbatu mandiri 2015 menuju Labuhanbatu sejahtera 2020 yang dipajang hanya tinggal kenangan. Namun, bukan tidak mustahil daerah ini bisa mandiri dan sejahtera. Tinggal kemauan dan niat pemimpin mendatang merupakan salah satu kunci untuk mewujudkannya. **A. Fadhly

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan