Pengosongan Paksa Tanah di Gang Beo Bentuk Pemerkosaan HAM

0
19

JAKARTAZonadinamika.com. Upaya paksa pengusiran dan pegosongan tanah pemukiman warga Rt 0013 04  gang Beo Kelurahan Pulo Gebang Cakung -Jakrta Timur , dinilai adalah bentuk pemerkosaan hak asasi ,untuk hidup tenang serta nyaman.

Soalnya  warga yang menduduki lahan  garapan tersebut  sudah hampir , 38 tahun , terhitung dari tahun 1987 sampai sekarang ini .

Anehnya kenapa ahir –ahir ini ada mengaku mengklaim lahan garapan tersebut adalah tanah milik atas nama ahli waris Asmawi dan di kuasakan kepada  Ansori ,begitulah dijelaskan  Dingot Naibahao selaku Ketua Paguyuban Gang Beo pada acara mediasi di gedung lama lantai 2, kantor Wali kota  jJkarta timur  12 / 9/ 2017  dengan jelas

“ Anehnya tanpa kordinasi dan pemberitahuan , dengan beraninya melakukan  pengusiran serta intimifasi yang megakibatkan warga khususnya anak –anak  menjadi trauma sampai saat ini .

Jelasnya dengan semena mena  mengklaim milik yang menamakan ahli waris atas nama Asnawi , yang paling ironisnya lagi pihak Ansori koleganya melaporkan ke Polres jakarta Timur atas laporan penyrobotan tanah .

Lanjut Dingot Naibaho .” Disini saya jelaskan bahwa lahan yang kami duduki sekarang ini , di Rt 0013/ 04 gang Beo Kelurahan Pulo Gebang Permai adalah jelas tanah timbul alias tanah tak bertuan.

“Jika memang pihak yang mengaku hak milik  selaku ahli warsi  Asmawi , tunjukkanlah legalitasnya , baik berupa surat Akte Jual beli , sertifikat serta lainya ,sebagai legalitas tanah  yang berkekuatan hukum , dan datanglah kepada kami serta tunjukkan bukti sebagai hak kepemilikan                                                                     luasnya berapa  dan batas- batasnya  di mana ,Ujar Dingot Naibaho dengan jelas

“Yah udah kalau begitu kami warga merasa  aman , mau ganti rugi , juga kerohiman pun kami Well come saja ,intinya status tanah tersebut tanah garapan , lahan tak bertuan , otomatis tanah tersebut tanah negara ,

“ Terahir Kata Dingot Naibaho, kami dari atas nama warga berterima kasih juga kepada Pemkot Jakarta  Timur yang telah sudi  menjembatani kami  dengan pihak yang mengaku pemilik tanah garapan tersebut,(Asnawi Ahli Waris), meskipun hasil mediasi  hari ini belum ada titik temunya.

Tambah Naibaho selaku ketua Paguyuban , berharap kepada pihak Polres  Jakarta Timur, yang telah ikut andil dalam memediasi ini, kiranya  keluhan warga dapat di respon sebagai regulasi penegakan hukum ‘” Terahir saya sampaikan Jangan ada Dusta di Antara Kita , pungkasnya (An)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY