Diduga Distributor PSC Tebang Pilih Salurkan SP-36

0
25

Karawang,zonadinamika.com : Bukti lemahnya Pengawasan tim KP3 Kabupaten Karawang, terhadap Penyalur pupuk jenis SP-36  pada wilayah Kecamatan Tirtajaya.Mendapat keluhan  dari para pemilik kios pengecer di wilayah tersebut.Mereka menganggap Purnama Surya Cipta (PSC) selaku Distributor yang berlokasi di daerah Cikampek, kongkalingkong dengan beberapa kios-kios bermodal besar.

Ada sekitar 16 Kios dikecamatan Tirtajaya ,sebagai pengecer pupuk resmi. Kios tersebut mendapatkan Distribusi berbagai jenis pupuk bersubsidi sesuai Kuota dari Distributor yang telah ditunjuk,  berdasarkan Rencana Depinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).Harga jual pupuk dari kios kepada para petani sesuai HET,diantaranya pupuk Urea Rp.1.800/Kg,ZA.Rp.1.400/Kg,SP-36 Rp.2000/Kg,NPK Phonska Rp.2.300/Kg dan Petroganik Rp.500/Kg.

Namun, Harga Eceran Tertinggi (HET)  hanya Slogan saja.Faktanya masih banyak petani yang membeli pupuk bersubsidi tersebut, harganya masih diatas HET.Terlebih harga pupuk jenis SP-36 yang dijual Kios Sri tani Desa Srijaya,harganya mencapai Rp.3.200/Kg.Toyib pemilik kios tersebut mengatakan harga beli SP-36 dari distributornya sudah diatas HET,yaitu Rp.2.100/Kg.

” Gak mungkin saya menjual SP-36 sesuai dengan HET,kalau belinya saja sudah melebihi HET,itupun saya ngambil sendiri ke gudang BJR,” Ujarnya.

Menurut sumber dari salah satu pemilik kios,yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan mengungkapkan.Selain kios milik Toyib,ada beberapa kios lain yang mendapatkan SP-36 dari Distributor PSC.Diantaranya Kios milik Heri,kios Dede dan Kios milik Rasidi yang masing-masing mendapatkan pupuk SP-36 minimal sekitar 8 Ton pada bulan juli  tahun ini.

“ Ini membuat kami cemburu,kenapa mereka mudah untuk mendapatkannya.Sedangkan Kios-kios lainnya, sudah dua bulan sejak Juni hingga Juli ini  belum dapat pasokan SP-36 dari PSC.” Ungkapnya,Senin (31/7).

Kami siap menjadi saksi,lanjutnya.Selama ini PSC selaku Distributor sudah tebang pilih,apakah karena kios diluar kami berani dengan harga tingg/harga gauli, sehingga gampang mendapatkan pupuk jenis SP-36.” Harusnya Pihak Dinas Pertanian lebih peka dalam persoalan ini,apalagi harga jual SP-36 mencekik kantong petani.Kami minta tindak tegas kenakalan Distributor PSC,” Tegasnya.(Haris)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY