Terungkap Sosok Mayat Mengapung Disungai Abab Ternyata Korban Pembunuhan

0
34

PALI-Zonadinamika.com- Teka-teki meninggalnya Andre (14), yang ditemukan telah mengambang di aliran sungai Abab Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) belum lama ini akhirnya terungkap.

Ternyata remaja ABG tersebut korban pembunuhan Pelaku yakni, Feo Nero alias Gebo (22).Warga Talang Pipa Bawah, Ibukota Pendopo, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Berkat kerjakeras kepolisian akhirnya pelaku berhasil diamankan aparat Kepolisian Talang Ubi, Selasa (11/7) sekitar pukul 10.15 WIB, di salah satu pondok milik warga setempat tidak jauh dari tempat dirinya tinggal.

Namun, naas dialami pelaku saat dirinya ditangkap, justru pelaku memberikan perlawanan terhadap petugas dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terselip di pingangnya. Sehingga, sebutir timah panas bersarang dibagian mata kaki kananya.

Menurut, Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP, melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes SE mengatakan, bahwa pihaknya cukup sulit mengungkap kasus tersebut, karena minimnya keterangan saksi-saksi.

“Pelaku kita tangkap di sebuah pondok di wilayah Talang Pipa,dan ketika hendak ditangkap, pelaku melawan anggota kita dengan menggunakan senjata tajam. Untuk menghindari adanya korban dan kehilangan buruan, maka pelaku terpaksa dilumpuhkan,” ungkap Victor, Selasa (11/7).

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa motif pembunuhan itu sendiri diduga akibat ketersinggungan, karena saat menonton orgen tunggal (OT), namun ternyata kaki pelaku terpijak oleh korban. Sehingga membuat emosi pelaku memuncak, hingga terjadilah penganiayaan tersebut.

“Lalu korban dibawa minggir dan menjauh dari keramaian, kemudian wajah korban dipukul menggunakan tangan kosong sebanyak enam kali, lalu korban pingsan. Mengetahui korbannya pingsan, pelaku membawa korban dengan cara di seret ke pinggir sungai Abab, karena menaruh korban terlalu pinggir korban jatuh ke sungai,” lanjutnya.

Dikatakanya, atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 351 junto undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup.

“Berikut kita amankan juga satu bilah pisau pelaku dan saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan untuk keperluan pengembangan. Dan dari catatan kita, pelaku sudah dua kali masuk penjara karena kasus 365 dan 363 pada tahun 2012 dan 2015,” jelasnya.

Sementara, pengakuan pelaku Gebok mengatakan, bahwa pelaku tidak sengaja membuang korban ke dalam sungai dan saat di seret, korban masih dalam keadaan hidup hanya saja tidak sadarkan diri.‎

“Mungkin aku terlalu pinggir menaruh korban, sehingga korban masuk ke dalam sungai. Aku bawa ke pinggir sungai, korban dalam keadaan pingsan dan aku sendiri melakukanya tanpa bantuan siapapun,” akunya dihadapan petugas. (St)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY