Polisi Menengaskan Penyerangan Hermansyah Tidak Terkait dengan Status Saksi Ahli

0
39
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan saat memberikan keterangan pers

JAKARTAZonadinamika.com. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan, penyidik sudah melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus penganiayaan terhadap ahli IT atau telematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah, di Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur.

Kasus itu tidak ada kaitannya dengan status Hermansyah sebagai ahli yang menyatakan kalau rekaman chat mesum tersangka Rizieq Syihab dan Firza Husein adalah rekayasa.

“Ada yang bilang ada kaitannya dengan saksi ahli. Memang saksi ahli dalam ILC (Indonesian Lawyer Club) ya, tapi jangan dikaitkan dengan itu. Kita akan lakukan pengungkapan peristiwa tersebut. Itu pekerjaan (ahli IT)‎, jangan disamakan dengan permasalahan (penganiayaan). Ya berbeda, jangan menjustifikasi,” ujar Iriawan, Senin (10/7).

Dikatakannya, penyidik akan mengungkap siapa pelaku penyerangan dan apa motif di balik kasus tersebut.

“Sekarang yang bersangkutan masih perawatan di RSPAD. Kami akan periksa yang bersangkutan dan menanyakan soal peristiwa mulai dari mana yang bersangkutan, malam itu kemana, dengan siapa, akan kami dalami. Selain itu, saksi-saksi yang ada di TKP atau tidak juga akan kami tanyai, CCTV dan barang bukti lainnya akan kami periksa,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, istri korban atas nama Irina belum bisa menjelaskan secara pasti ciri-ciri pelaku. “Tapi kita akan mencari saksi lain yang melihat. Kami belum sampai ke sana (apakah penyerangan direncanakan), karena belum tahu pelakunya siapa. Kalau sudah ketangkap baru kita tahu motifnya apa,” katanya.

Ia melanjutkan, kondisi korban Hermansyah sudah stabil pasca-pengeroyokan yang dialaminya.

“Sekarang stabil. Mudah-mudahan dengan ditangani RSPAD akan lebih baik ke depannya. Karena (alat kesehatannya) lebih komplit dan lengkap,” tandasnya.

Sementara itu, beredar sebuah rekaman suara milik Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, yang menanggapi kasus penganiayaan terhadap Hermansyah.

Salah satu kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Kapitra Ampera, membenarkan kalau rekaman itu asli merupakan suara Rizieq. “Benar itu,” ujar Kapitra saat dikonformasi wartawan.

Pada rekaman itu, Rizieq menyerukan, kepada Laskar FPI untuk menangkap pelaku pengeroyokan dan penganiyaan terhadap Hermansyah apabila polisi tidak kunjung mengungkap kasus itu.

“Maka saya minta seluruh laskar FPI di mana pun berada untuk mencari, memburu, memproses mereka secara hukum. Karena mereka merusak dari stabilitas keamanan nasional dan mengadu domba antar elemen anak bangsa,” kata Rizieq.

Ia menambahkan, musibah yang dialami Hermansyah merupakan bentuk perjuangan dalam membela habib dan ulama. Termasuk, terkait status yang bersangkutan sebagai saksi ahli dan menyatakan kalau tudingan chat berbau pornografi di situs baladacintarizieq.com merupakan rekayasa.

“Hal ini tidak bisa dipisahkan dari keterlibatan beliau dalam memberikan kesaksian-kesaksian seorang ahli, bahwa chat fitnah yang selama ini ditujukan kepada saya merupakan chat palsu penuh rekayasa,” terangnya.

Rizieq pun mengimbau kepada seluruh tokoh GNPF MUI dan Aksi Bela Islam, agar selalu waspada. “Apa yang menimpa bapak Hermansyah merupakan bagian dari upaya musuh kita untuk menghancurkan upaya bagus kita,” katanya.

Dia menambahkan, agar massa FPI tidak terpancing dan membantu menjaga Hermansyah serta keluarganya. “Dan, kita lakukan upaya yang jelas untuk mengungkap kasus ini secara tuntas. Laskar jangan segan-segan untuk mencari, memburu, menangkap semua pelaku kejahatan tersebut kalau aparat membiarkan pelakunya berkeliaran,” tandasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here