Ratusan Warga Japah Blora Tolak Pengajian MTA

0
100
Senin (21/03/2017) kemarin, ratusan warga menolak dan memblokade jalan akses masuk lorong menuju lokasi pengajian Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), yang bertempat di rumah Ali Sugeng, RT.05/RW.02, Dukuh Ngrow, Desa Japah, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.

BLORA -Zonadinamika.com. Senin (21/03/2017) kemarin, ratusan warga menolak dan memblokade jalan akses masuk lorong menuju lokasi pengajian Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), yang bertempat di rumah Ali Sugeng, RT.05/RW.02, Dukuh Ngrow, Desa Japah, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.

Warga menghalangi para jemaah MTA yang akan melaksanakan pengajian di rumah Sdr. Ali Sugeng tersebut. Kapolres Blora, AKBP Surisman, SIK, M.H, turun tangan langsung untuk melakukan mediasi dan membubarkan warga yang memblokade jalan menuju rumah Ali Sugeng RT.05/RW.02, Dk. Ngrowo, Desa Japah supaya tidak terjadi bentrokan yang bisa memakan korban.

Kericuhan hampir terjadi saat sejumlah warga sekitar lokasi menghadang para jemaah MTA yang akan melaksanakan pengajian pada pukul 15.00 WIB.
Warga membuat barikade di depan lorong masuk menuju lokasi pengajian. Jarak dari lorong masuk menuju lokasi pengajian bertempat di rumah Ali Sugeng sekitar 100 meter. Selasa (21/03/17)

Warga yang menentang, menutupi jalan tersebut dengan cara berjejer di tengah jalan seperti halnya barikade. Para jemaah MTA yang akan melakukan penganjian tersebut dihalangi dan di perintahkan warga setempat untuk kembali kerumah masing-masing.

Camat Japah Kiswoyo, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Blora, Kepala Desa Japah, Kapolres Polres Blora AKBP Surisman, Kapolsek Japah AKP Daryoto, Dandim 0721 Blora Letkol Inf Susilo, mencoba berdialog dengan jemaah MTA dan warga setempat.

Pertama mediasi dengan warga setempat tetapi gagal. Warga bersikukuh, jemaah MTA tidak boleh melakukan aktivitas pengajian dilingkungan RT.05/RW.02 Dk Ngrowo, Ds. Japah dan mengharapkan untuk berpindah tempat.

Selanjutkan Kapolres Blora AKBP Surisman bersama Furkopimca Kec. Japah mencoba mediasi dengan ketua MTA Cabang Blora Sdr Suradi, di rumah Sdr. Ali Sugeng yang akan di pakai pengajian.

Sempat terjadi perdebatan yang cukup rumit antara Kepolisian, Furkopimca dan jemaah MTA. Mereka beragumen bahwa aktivitas pengajian yang dilakukan tidak melanggar peratuan perundang-undangan. Ketua MTA Blora Suradi bersikukuh bahwa MTA sama halnya dengan ajaran Islam pada umumnya tetapi kenapa ditentang walau pun jamaah MTA adalah kaum minoritas.

Kapolres Blora AKBP Surisman mencoba menawarkan alternative lain untuk berpindah tempat yang aman dan segala sesuatunya akan di fasilitasi, tetapi para jemaah MTA terutama dari Sdr Ali Sugeng dan Suradi tetap menolak dan bersikukuh untuk megadakan pengajian dirumahnya.

Orang nomor satu di Polres Blora itu menyampaikan bahwa Polri adalah representasi kehadiran negara dalam masyarakat. Hak warga melaksanakan ibadah harus dilindungi dan dijamin. Kapolres tidak menampik bahwa polisi harus menggunakan upaya paksa membubarkan suatu kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan kekacauan.

Setelah memberikan pengertian dari pihak Kepolisian bersama Furkopimca Kec. Japah akhirnya Ketua Cabang MTA Blora Sdr Suradi dan Ali Sugeng akhirnya memutuskan untuk tidak jadi melakukan pengajian dirumahnya dan setuju dengan hasil mediasi untuk berpindah tempat di rumah Sdr. Sagimin RT.08/RW.05 Dk. Ngrowo, Ds. Japah, Kec. Japah, Kab. Blora.

Situasi berjalan aman dan lancar sampai pukul 16.30 WIB, Kapolres AKBP keluar dari rumah Sdr. Sugeng bersama Dandim 0721 dan Camat Japah membubarkan masa yang masih bergerombol di depan lorong serta menghimbau warga untuk pulang kerumah masing-masing dengan menjaga situasi kamtibmas tetap terjaga kondusif.(AGUNG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here