Polda Metro Usut Pembuat Spanduk Provokatif

0
62

JAKARTAZonadinamika.com. Diduga di dasari kebencian pada salah satu calon gubernur DKI, sejumlah oknum melampiaskan kebencian tersebut dengan menyebarkan spanduk berbau provokatif  yang bertuliskan  melarang shalatkan jenazah pendukung paslon nomor 2.

Ratusan spanduk tersebut bertebaran di sejumlah mesjid di DKI, spanduk berbau procokatif tersebut oleh Polda Metro Jaya dan Satpol PP Pemprov DKI Jakarta, telah menurunkan semua spanduk-spanduk bernada provokatif terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. Polisi tengah melakukan penyelidikan apakah pemasangan spanduk itu mengandung unsur pidana dengan meminta keterangan RT/RW setempat.

“Jadi itu kan sudah kita turunkan ya. Semua spanduk-spanduk yang berkaitan dengan provokatif dan pilkada sudah kita turunkan semua. Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP. Yang terpenting bahwa masyarakat juga ikut menciptakan bagaimana situasi Kamtibmas di Jakarta ini aman dan damai,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/3).

Dikatakannya, penyidik akan melakukan penyelidikan apakah pemasangan spanduk itu merupakan tindak pidana atau tidak, melalui meminta keterangan RT/RW, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia dan Bawaslu.

“Tentunya kita akan meminta keterangan dari RT/RW di situ. Kemudian (koordinasi) ke Kemenag ya, dan ke MUI. Unsur pidana akan kita lihat ya. Ya semua RW yang bersangkutan yang ada spanduknya,” ungkapnya.

Menyoal apakah ada koordinator terkait pemasangan spanduk-spanduk bernada provokatif itu, Argo menyampaikan, tunggu hasil penyelidikaan nanti.

“Kita akan tunggu hasil pemeriksaan, beberapa keterangan dari saksi yang kita periksa. Nanti baru kita bisa analisa itu ya,” katanya.

Ia menuturkan, kalau penyelidikan sudah selelsai tentu akan ketahuan penyebab pemasangan spanduk-spanduk itu.

“Intinya Satpol PP dan Polri sudah bekerja sama memberikan pengertian ke daerah yang masjidnya memasang spanduk-spanduk yang melarang shalatkan pendukung paslon nomor 2. Kita juga akan menggandeng Panwas untuk yang menyangkut dugaan keterkaitan masalah ini dengan Pilkada,” tandasnya. (an)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY