Kepsek SDN Karyamulya V Mengaku Kapok Mengajukan Rehab

0
55

Karawang,zonadinamika.com: Kecamatan Batujaya memiliki 39 SD dari 39 SD baru ada tiga sekolah dasar yang mendapatkan rehab gedung sekolah di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Batujaya. Diantaranya SDN Telukambulu 1,SDN Telukbango 1 dan SDN Karyamulya V. Sekolah-sekolah tersebut mendapatkan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017,dan beberapa sekolah lagi baru melaksanakan MoU.

Kondisi fisik atap dan lantai bangunan SDN Karyamulya V sangat memprihatinkan,walaupun dindingnya terlihat masih kokoh tapi tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar para siswa. Sehingga wajar ketika pemerintah memberikan bantuan rehabilitasi gedung sekolah tersebut.

Namun,kepala sekolah SDN.Karyamulya V Dudu. Enggan menyebutkan besaran nilai anggaran rehab di sekolahnya. Dia juga mengaku sudah Kapok mengajukan kembali pembangunan sekolahnya yang masih rusak.

“ Kalau nilai anggarannya sih tidak beda jauh dengan sekolah lain yg dapat rehab juga. Sudah beberapa kali saya mengajukan permohonan rehab,baru kali ini mendapatkannya. Jadi saya sudah malas mengajukan lagi.” Ujarnya kepada zonadinamika,Minggu (24/9) sing di rumahnya

Dalam perehaban gedung sekolah tersebut. Ada beberapa perbaikan total yaitu atap yang mulanya memakai kayu dan genteng biasa,sekarang menggunakan bahan dari baja ringan dan genteng metal. Kusen jendela dan plafon di ganti baru,hanya keramik lantai masih terlihat tambal sulam.

Sementara menurut sumber yang namanya minta dirahasiakan,konsultan yang mengawasi SDN Karyamulya V malah ikut berbisnis menawarkan material jenis baja ringan kepada Dudu.Dengan harapan agar proses pengajuan berikutnya dipermudah,dudu pun menerima tawaran tersebut. “ Pak dudu lebih suka tawaran harga tinggi dari konsultan,daripada harga lebih murah. Padahal kwalitas baja ringannya sama dari tawaran pak konsultan.” Tuturnya

Rehabilitasi SDN Karyamulya V yang dilaksanakan pada Agustus bulan lalu,mendapat tanggapan dari  Atin sutisna selaku aktifis karawang. Atin mengatakan perlu ada pengawasan yang sangat intens dari konsultan.

Pasalnya tidak ada satupun sekolah-sekolah yang mendapatkan rehab tersebut,memampang papan informasi yang memuat Nilai anggaran dan gambar rehab gedung.Selain itu kualitas matrial dan pembangunannya tidak terkesan asal-asalan.

“ Konsultan yang membuat gambar dan RAB bangunan rehab sekolah itu,sekaligus mengawasi pelaksanaannya. Mereka harus bekerja profesional sebab pemerintah juga membayar kinerjanya.” Paparnya.

Masih kata Atin,kalau ada Konsultan yang ikut menyuplay barang pada pekerjaan yang di awasinya,Patut untuk di pertanyakan konsistensinya selaku konsultan.Sebab itu adalah bukti suatu kinerja yang buruk dan menciderai profesionalisme selaku konsultan.” Jika benar konsultan ikut berbisnis pada pengawasannya,laporkan ke pihak berwenang.” Pungkasnya. (Haris/Wasim)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here