Terkait Rotasi Mutasi,Kadis Disdikpora Karawang Lempar Permasalahan Ke Bupati

0
7

Karawang,Zonadinamika.com: Terakit Rotasi mutasi yang di duga tidak sesuai dengan protap yang ada yang terjadi di SDN.Kutaampel III dan II Kecamatan batujaya Kabupaten Karawang yang belum lama tersebut masing masing menjabat baru enam bulan,sudah di pindahkan kembali. Sehingga saat ini SK Samsudin belum kujung turun dengan dalih tidak mengikuti pelantikan.

Sebelumnya,Bupati Karawang melaksanakan pengambilan sumpah jabatan, pelantikan Kepala SDN dan SMPN serta Penilik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang pada Jumat, 11 Agustus 2017 yang lalu sekitar 161 Kepala Sekolah tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Neger (SMPN) dengan Keputusan Bupati Karawang Nomor.230/Kep.3995/BKPSDM/2017 tanggal 10 Agustus 2017dan 57 penilik dengan Keputusan Bupati Karawang Nomor.230/Kep.3996/BKPSDM/2017 tanggal 10 Agustus 2017.

Dari data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang tercatat bahwa Nama Hj.Nureini S.Pd,no urut 72 sebelumnya Kepala sekolah (Kepsek) di SDN. Kutaampel III dan  yang baru menjadi Kepala sekolah (Kepsek) di SDN. Kutaampel II.

Sedangkan atas Nama Samsudin S.Pd no urut 73 sebelumnya Kepala sekolah (Kepsek) di SDN. Kutaampel II dan  yang baru menjadi Kepala sekolah Kepsek di SDN. Kutaampel III. Dari data tersebut di duga rotasi dan mutasi bermasalah dan diduga tidak Usulan dari UPTD Pendidikan Kecamatan Batujaya,Pasalnya sampai Detik ini Samsudin S.Pd belum mendapatkan Surat Keputusan (SK).

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Drs H. Dadan Sugardan,M.Pd menegaskan.Begini, “Jadi Kepala UPTD itu bukan mempunyai hak Prerogatif memindahkan seseorang,kewenagannya ada di Bupati itu aja”. Kalau kewenangan –kewenanagan itu  di anggap perlu kenapa tidak, seperti mutasi-mutasi struktural begitu. Ujarnnya dengan jelas Kepada wartawan,Kamis (14/9/2017) siang

Lanjut Dadan, Tidak harus ada persetujuan dari UPTD,kalau tidak ada usulan tidak masalah. Untuk informasi –informasi yang lainnya apakah itu kinerja bagus dan tidaknya dari informasi lainya,yang pada intinya Pak Samsudin tidak dapat SK dia tidak hadir dalam pelantikan itu aja,kan sudah di undang kenapa tidak datang dia (Samsudin-Red). Dengan tegas Dadan Kepada wartawan

Disis lain Samsudin, “Saya tidak dapat undangan secara resmi hanya dapat sms dari guru SDN.Kutaampel II, Sekali lagi secara pribadi saya tidak mengusulkan Rotasi-Mutasi dan Kepala UPTD Pendidikan tidak mengusulkan saya,dipikir-pikir ini kerjaan siapa?. Selain itu,Saya tidak di usulkan dan tidak ada undangan oleh karena itu saya tidak datang dalam pelantikan saat itu”. Ujarnya kebingungan

Menurut Kepala UPTD Pendidikan Batujaya Sahdi Abidin membenarkan, Pak Samsudin Sebelumnya Kepala Sekolah SDN.Kutaampel II,benar saya tidak mengususlkan hanya satu saja yang saya usulkan yaitu Pak Jamroni. “Kalau Protap Rotasi Mutasi ya harus ada usulan dari kepala UPTD yang di ketahui Ketua PGRI Wilayah Kecamatan,K3S dan para Pengawas.apa yang telah di lakuakn sebelumnya,ini kenapa saya tidak mengusulkan kok bisa ada muncul dua nama antarnya Samsudin dan Nuraeni. Yang Jelas saya tidak mengusulakn dua kepala sekolah tersebut. Tegasnya

Hal senada, Bagian Kepegawaian  Dinas Pendidkan Kabupaten Karawang Ade Wibawa menjelaskan, ”Kalau rotasi dan Mutasi harus di ketahui dan di usulkan oleh Kepala UPTD pendidikan wilayah masing-masing antaranya harus di ketahui Ketua PGRI Wilayah Kecamatan,K3S dan para Pengawas,karena mereka tahu kondisi dan stuasi di masing –masing sekolah tingkat Kecamatan”. Ujar Ade Wibawa di ruangan kerjanya bulan yang lalu.

Ada apa dengan rotasi –mutasi yang menjadi perbincangan di kalangan dunia pendidikan tingkat SD. Apakah ada kedekatan dengan pejabat? apakah karena siswa sedikit dan banyak sehingga menjadi rebutan para kepala sekolah?. Dalam hal ini Bupati Karawang harus menyikapi dengan serius permasalahan tersebut,yang lebih mirisnya lagi Kadis Disdikpora menyatakan bahwa rotasi-mutasi tidak harus ada usulan dari UPTD,sedangankan yang tahu kinerja dan situasi di bawah hanya dari tingkat UPTD Pendidikan yang ada di Kecamatan. (Wasim)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY