SMAN 1 Batujaya Masih Menggunakan LKS, Humas Akui Koperasi Sekolah Kerjasama Dengan Penerbit

0
46
Antrian Siswa-siswi SMA I Batujaya yang sedang membeli LKS di slah satu toko.INSERT: Daftar LKS yang harus di beli.

Karawang,Zonadinamika.com: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), meminta sekolah negeri dan swasta di Indonesia tidak lagi menggunakan sistem pembelajaran dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Disdikpora di masing-masing Provinsi hingga kabupaten/kota harus tegas melarang sekolah SD, SMP, dan SMA, masih menggunakan LKS, karena dapat mengibiri kreatifitas siswa,” ujar Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi usai menghadiri dialog pendidikan di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, apa yang di kutip dari www.beritasatu.com

Tetapi larangan itu tidak berlaku bagi SMA Negeri 1 Batujaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang yang masih menggunakan Lembaran Kerja Siswa (LKS) yang sangat membertakan bagi orang tua siswa walupun itu tidak di wajibkan kepada siswa.

Faktanya,Dari hasil Pantauan Zonadinamika.com beberapa Minggu lalu bahwa LKS tersebut di jual diluar wilayah Kecamatan Batujaya  tepatnya di wilayah Desa Pisangsambo Kecamatan Tirtajaya yang tidak jauh dengan sekolah SMAN 1 Batujaya tersebut,antrian pembelian LKS di salah satu toko tersebut sekitar pukul 16.00wib Sampai 17.00 wib yang di duga bekerja sama dengan Kopersai Sekolah SMAN 1 Batujaya,antrian tersbut jelas dan semua siswa-siswi SMAN 1 Batujaya dan hampir semua mata pelajaran di beli.

“Saya selaku orang sangat keberatan dengan adanya LKS walupun itu tidak harus dibeli atau tidak wajib oleh siswa. Ini pasti semuanya beli karena temenya beli pasti semuanya beli, tidak mungkin tidak beli,anak saya di SMAN 1 Batujaya kelas 10.”. Ujar orang tua siwa yang sedang mengantar ankanya beli LKS di salah satu Toko di Kecamatan Tirtajaya.

Senada dengan orang tua siswa asal Batujaya,Sama anak saya juga beli semuanya sedangkan anak saya dua semuanya Sekolah di SMAN 1 Batujaya ,mau tidak mau harus beli semuanya satu paket mata pelajaran sekitar ada 18 mata pelajaran di kali harga Rp. 11.000 total satu anak menghabiskan Rp.198.000. Ujar keluhnya salah satu orang tua siswa asal Batujaya

Pihak sekolah SMAN 1 Batujaya membantah dengan adanya penjualan LKS tersebut,menurut Humas SMAN 1 Batujaya  bahwa penggunaan LKS tersebut tidak wajib dan merasa tidak menjual, itu semua kerjasama Koperasi sekolah dan penerbit dalam hal ini pihak sekolah tidak mewajibkan menggunakan LKS,” Kami dari pihak sekolah tidak mewajibkan siswa menggunakan LKS dan kami tidak menjual LKS,itu semua Koperasi sekolah yang bekerjasama dengan penerbit,bagi siswa yang tidak beli LKS tidak apa –apa dan tidak masalah”. Ujar Muhamad Ahyar,S.Pd kepada wartawan di ruangan tamu,Kamis (7/9/2017) pagi.

Lanjut Masih Kata Ahyar, Kalau tempat toko tersebut hanya dititipkan oleh pihak penerbit dan ada kerjasama dengan Koperasi,intinya bukan  pihak sekolahnya. Yang sipatnya LKS ini hanya sumber pembelajaran saja dan sumber pembelajaran tersebut banyak sumber seperti diinternet,LKS ini sebagi sumber saja bukan wajib harus menggunakan LKS. Soal kerjasama tersebut pihak penerbit dan Koperasi itu semuanya untuk mensejahtrakan anggota Koperasi tidak ada kaitan dengan sekolah dan tidak wajib. Katanya

Ditambhakannya lagi Ahyar,bagi siswa yang tidak memiliki LKS dalam satu kelas artinya bisa dikelompokan,saya tegaskan lagi bahwa LKS adalah salah satu sumber pembelajaran dan tidak ada kewajiban untuk memiliki,kalau kami bilang wajib itu sudah salah kami.” Kalau masalah gengsi tidak membeli harus membeli,orang tua harus memberikan penjelasan dan komunikasi dan memberi pengertian pada anaknya,intinya dalam kesimpulan masalah LKS tersebut pihak sekolah tidak bekerjasama dengan penerbit dan tidak mewajibkan siswa harus membeli bagi yang tidak memiliki LKS tidak masalah dan tidak ada sanksi”. Pungkas Humas SMAN 1 Batujaya yang biasa di sapa Ahyar (Wasim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here