Di Siantar, 4 Siswa Tidak Lulus UN

0
614

SIANTAR,Zonadinamika.com. Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar memastikan, dari 8.780 siswa, terdiri 3.561 siswa SMA dan 5.219 SMK yang terdaftarkan dalam kepesertaan Ujian Nasional (UN), dua di antaranya tidak lulus. Dua siswa tersebut berasal dari SMK Harapan dan SMK Surya Murni.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabi Dikmen) Disdik Pematangsiantar, Tolopan Doloksaribu, Sabtu (7/5) mengatakan, terkait jumlah siswa tak lulus itu, pihaknya memang belum memastikan apakah ada penambahan atau tidak siswa yang tak lulus.

“Untuk saat ini, hanya dua yang masuk laporan tidak lulus. Karena berkas baru 30 persen yang masuk. Dan soal kelulusan ini, masing-masing sekolah yang memberikan penilaian, sebagaimana ketentuannya. Karena UN bukan lagi menjadi penentu mutlak lulus atau tidak. Ada penilaian dari masing-masing pihak sekolah melalui guru-gurunya,” ucapnya.

Secara jelas Tolopan Doloksaribu mengatakan, untuk laporan awal, kedua siswa tidak bisa lulus itu karena tidak mengikuti semua jadwal UN.
“Hanya dua hari datang, dua hari lagi tidak datang. Kemudian, nilainya sehari-hari juga katanya jelek. Kalau mau mendapatkan ijazah SMA sederajat, harus mengulang lagi atau mengikuti ujian paket C tahun depan,” terangnya.

Diketahui, pengumuman kelulusan SMA sederajat dilakukan di tiap-tiap sekolah tempat siswa menimba ilmu. Para siswa didampingi orangtua atau wali masing-masing, sesuai undangan resmi. “Pengumuman dilakukan di setiap kelas, bukan melalui papan pengumuman. Siswa dan orangtua yang mendampingi dipanggil ke kelas melalui wali para siswa,” ucapnya.

“Kalau izajah asli, paling lama dua bulan ini mungkin sudah siap. Untuk saat ini belum ada informasi dari pusat, kapan akan turun. Sementara siswa-siswi kita yang kemarin sudah mengkuti jalur undangan masuk ke Universitas Negeri (UN). Belum tahu berapa hasilnya, karena hanya pihak sekolah yang tahu itu dan lulus atau tidak. Siswa terkait yang dapat mengetahuinya melalui kode masing-masing yang sudah dibagikan pihak universitas,” katanya.

Sementara itu, di SMA Negeri 4, berdasarkan rapat pleno dengan dewan guru, seluruh siswa yang berjumlah 374 orang, lulus 100 persen. Untuk jurusan IPA sebanyak 252 orang dan Jurusan IPS 122 orang. Siswa yang dinyatakan lulus berdasarkan rapat pleno dengan dewan guru melalui kriteria persyaratan yang dipenuhi siswa, antara lain dapat menyelesaikan pendidikan sampai kelas XII atau semester 6, berakhlak baik dengan sikap budi pekerti, mengikuti ujian sekolah dengan nilai minimal 75, mengikuti ujian nasional dan punya nilai. Bagi siswa yang memperoleh nilai UN di bawah 55 diberi kesempatan untuk perbaikan yang ditentukan waktunya oleh pusat.

”Untuk itu kita berpesan kepada siswa yang lulus, agar melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mengikuti ujian seleksi-seleksi sekolah kedinasan maupun perguruan tinggi. Kemudian berharap kepada mereka, kelak nanti dapat mengharumkan nama SMAN 4 Pematangsiantar,” kata Kepala SMAN 4, Rudol Barmen Manurung MPd.

Sementara itu di Kabupaten Simalungun, seorang siswa SMA dan seorang dari SMK dinyatakan tidak lulus ujian nasional. Alasannya, salah seorang di antaranya tersandung kasus hukum. Sementara seorang lagi tidak mengikuti ujian.

“Untuk bisa mendapatkan ijazah SMA dan SMK, kedua siswa tersebut diharuskan mengulang ujian sekolah tahun depan,” kata Kabid Dikmen Disdik Kabupaten Simalungun, Harmedin Saragih.

Sesuai data Dinas Pendidikan Simalungun, seorang di antara siswa yang tak lulus itu berasal dari SMA Tamsis Bah Jambi. Seorang lagi dari SMK GKPS 2 Siantar.
“Untuk tingkat SMA, peserta yang mengikuti ujian nasional sebanyak 5.256 orang. Persentase kelulusan mencapai 99,99 persen. Dengan nilai rata-rata 71,81.

Setelah diakumulasikan dari keseluruhan peserta ujian tingkat Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun mendapat peringkat 8 tingkat SMA,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk tingkat MA yang diikuti 1.096 peserta, tingkat kelulusannya 100 persen. Setelah diakumulasikan untuk tingkat MA, Kabupaten Simalungun mendapat peringkat 5. Sedangkan, untuk tingkat SMK yang diikuti 3.331 peserta, tingkat kelulusannya 99,99 persen. (AS)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY