Diduga Pungli Siswa. Jawaban Konfirmasi Kasek SMA 1 Kualuh Hilir Terkesan Lecehkan Wartawan.

0
581

LABUHANBATU.Zonadinamiia.com Dalam memenuhi amanah konstitusi berkaitan dengan pendidikan, pemerintah sudah meluncurkan berbagai macam program. Salah satunya program Biaya Operasional Sekolah (BOS). Salah satu di luncurkannya program itu oleh pemerintah adalah meringankan biaya sekolah bagi masyarakat yang anaknya dibangku belajar.

Sebelumnya, program tersebut hanya menyentuh sekolah tingkat dasar dan pertama. 2 tahun belakangan pemerintah melalui kementrian Pendidikan memenuhi komitmen konstitusi denganmenyalurkan BOS Ketingkat sekolah Atas.

Namun, pelaksanaannya dilapangan pihak pengelola dana dalam hal ini pihak sekolah masih saja membebani siswa dengan berbagai macam alasan. Padahal salah satu tujuan pemerintah mengkucurkan dana BOS itu untuk meringankan beban siswa disekolah.

Seperti, informasi yang diterima Selasa (1/9), pihak SMA N 1 kecamatan Kualuh Hilir Labuhanbatu Utara mengutip biaya bulanan sekolah sebesar Rp. 80 ribu persiswa. Sumber informasi menyebutkan, para orang tua murid yang anaknya belajar disekolah itu merasa kecewa, ditambah kerasnya sangsi yang diberikan pihak sekolah dengan tidak memperbolehkan ikut ujian jika para siswa tidak melunasi biaya sekolah.

Parahnya, kepala sekolah SMA N1 Kulah Hilir diketahui berinisial HTL. Spd. Saat di pinta klarifikasinya oleh wartawan berkaitan dengan kutipan disekolah yang dipimpinnnya itu, oknum kepala sekolah malah terkesan melecehkan profesi wartawan.

“Ia bang, saat saya konfirmasi melalui pesan singkat mempertanyakan masalah kutipan itu oknum kepala sekolah malah menjawab dengan kesan menantang dan melecehkan profesi wartawan. Ini bang isi SMSnya”sebut Darwis salah seorang wartawan surat Kabar mingguan terbitan medan yang mengaku juga melakukan investigasi reporting kesekolah tersebut.

Isi SMS balasan konfirmasi yang diterima wartawan surat Kabar mingguan itu dari HTL kepala sekolah itu menuliskan ” Aduh sedikit kali bapak tau tentang saya. 100 milyar uang saya pegang ini, apa bapak nggak ada beli beras untuk keluarga lagi?, sungguh malang nasib saudara kere banget dech” terlihat di pesan HP milik Darwis.

Samapai berita dikirim keredaksi pihak dinas pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara dan pihak UPT Pendidikan Kualuh Hilir belum bisa dihubungi.

Sementara, Ketua Himpunan Wartawan Pantai Labuhanbatu AF. Harahap menyangkan jawaban klarifikasi yang disampaikan oknum SMA N 1 Kualuh Hilir itu. Soalnya, Harahap menilai selain jawaban klarifikasi HTL itu menantang juga mengecilkan profesi wartawan.

“Dinas pendidikan Labura kita pinta supaya mengevaluasi jabatan HTL, beliau tidak layak menjabat kepala sekolah, jawaban klarifikasi yang diterima wartawan itu mencerminkan dan menyangsikan gelar serjana yang disandangnya. Masak jawabannya melecehkan tugas profesi yang di jamin undang-undang.”ucapnya. (AFH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here