Mari Eliminasi Penyakit Malaria dan Filariasis (Kaki Gajah)

0
314

KUALA KAPUAS – Zonadinamika.com. Acara Advokasi Sosialisasi Pembagian Obat Massal Pencegahan Filariasis dan Eliminasi Malaria Tingkat Kabupaten Kapuas dihadiri oleh Sekda Kabupaten Kapuas Rianova SH selaku perwakilan Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas (09/05) Pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas tersebut tampak dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kapuas, para SKPD, Camat, Kepala Desa atau Luruh dan Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutan Bupati Kapuas yang pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Sekda Kabupaten Kapuas bahwa filariasis atau yang lebih dikenal dengan sebutan kaki gajah dan penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatah masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Kapuas .

“Kabupaten Kapuas adalah Kabupaten Endemis Filariasis dan Malaria yang berarti kedua kasus ini ada terus menerus” Ungkapnya. Ia juga menyampaikan hal tersebutlah yang dapat menjadi beban baik dari segi kesehatan, psikologi, ekonomi, maupun sosial oleh karena itu tidak heran jika Dunia telah bersepakat untuk mengeliminasi penyakit filariasis tahun 2020 begitu juga dengan Pemerintah Indonesia yang mencanangkan target eliminasi malaria di Pulau Kalimantan tahun 2020 dan eliminasi filariasis tahun 2025.

Masih ditempat yang sama ia juga menyampaikan mengenai Surat edaran menteri dalam Negeri RI No. 443/4499/SJ tanggal 13 agustus 2015 tentang program percepatan penanggulangan penyakit menular tropik yang terabaikan termasuk didalamnya adalah penyakit filariasis “dengan adanya dasar Surat edaran menteri dalam Negeri RI tersebutlah maka pemerintah Kabupaten Kapuas dan seluruh masyarakat harus siap dan mendukung eliminasi filariasis atau kaki gajah” terangnya.

Pada tahun 2008 sampai dengan 2012 yang lalu Kabupaten Kapuas juga pernah melaksanakan pemberian obat massal pencegahan filariasis dengan cakupan pengobatan lebih dari 85% hal tersebut melebihi batas minimal yaitu 65% namun setelah dievaluasi dua kali berturut-turut dari hasil pengobatan tersebut masih banyak anak-anak yang terdeteksi dalam darahnya ada bukti terinfeksi penyakit kaki gajah yang berarti sumber penularan disekitarnya masih ada .

“Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan yang telah dilakukan lima tahun tersebut dinyatakan gagal dan pengorbanan yang sudah dilakukan sia-sia karena obat hanya dibagikan namun tidak diminum oleh karena itu sebagai konsekuensinya kita harus mengulang kembali pengobatan massal selama dua tahun yakni tahun 2016 2017 agar tidak terjadi lagi penularan Filariasis disekitar kita” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menghimbua kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Kapuas mulai dari Kepala SKPD terkait seluruh camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat dan kader untuk mensukseskan pengobatan massal pencegahan Filariasis pada tahun 2016 dan tahun 2017 dengan melakukan pengawasan agar obat yang sudah dibagikan supaya dapat diminum jangan sampai terulang seperti kegagalan pengobatan sebelumnya serta menjadi duta promosi dan penggerak masyarakat agar tidak ragu dan mau minum obat pencegahan filariasis serta mengajak seluruh peserta yang hadir untuk ikut mendukung upaya eleminasi malaria sesuai tupoksi masing-masing.

Sebelumnya disampaikan laporan oleh Kepala Dinas Kesehatan Dr. Adelina Yunus mengenai dasar pelaksanaan kegiatan tersebut serta latar belakang dari Penyakit malaria dan Filariasis tersebut. Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan tujuan dari pelaksanaan kegiatan dan jumlah peserta yang diundnag yaitu sebanyak 124borang yang terdiri dari 14 Kepala SKPD, Camat se-Kabupaten Kapuas, Kepala Desa atau Lurah serta seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kapuas beserta staf.

“Sebagai tindak lanjut mulai tanggal 12 mei dinas kesehatan akan berkeliling ke seluruh wilayah kerja puskesmas se-Kabupaten Kapuas untuk melaksanakan sosialisasi tingkat puskesmas dengan mengundang tokoh masyarakat setempat” ungkapnya.

Selain dari Dinas Kesahatan Kabupaten Kapuas kegiatan tersebut juga di isi Narasumber oleh Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. (Angga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY