Perusahaan Binatu di Segel Karena Cemari Sungai

0
18

BEKASIZonadinamika.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyegel perusahaan yang mencemari air Kali Bekasi, Kamis (20/7). Perusahaan tersebut merupakan binatu atau laundry yang disegel langsung oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Iya, tadi sudah disegel Pak Wali Kota,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, Kamis (20/7).

Dia menjelaskan, perusahaan yang dimaksud adalah PT Millenium Laundry yang berlokasi di Jalan Raya Siliwangi Narogong, Pangkalan 3, RT 05/RW 02, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. PT Millenium Laundry ini merupakan perusahaan yang bergerak di jasa penyucian celana jins, sebelum celana tersebut dipasarkan.

Perusahaan ini, kata dia, disegel sementara pemerintah daerah hingga mampu mengelola air limbah perusahaan dengan menyediakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar yang ditetapkan. Selama ini, air limbah perusahaan binatu ini langsung dibuang ke Kali Bekasi. Dampaknya, air Kali Bekasi terlihat kehijauan sejak Senin (17/7) lalu. Saat ini, warna air Kali Bekasi sudah kembali normal, berwarna cokelat.

PT Millenium Laundry disebut-sebut merupakan perusahaan yang banyak melanggar aturan. Luas lahan perusahaan mencapai 1.800 meter persegi, yang berdiri sejak 2016 lalu. Selain, membuang limbah cucian jins ke Kali Bekasi, perusahaan ini juga belum memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat analisis mengenai dampak terhadap lingkungan (Amdal) dari Pemkot Bekasi.

Penanggung jawab PT Millenium Laundry, Muhidin (45), mengakui telah berkali-kali menerima surat teguran dari Pemkot Bekasi. Bahkan, sejak Selasa (18/7) kemarin, pihaknya telah membebastugaskan 40 karyawannya.

“Tidak ada lagi kegiatan di sini sejak kemarin,” ujar Muhidin.

Dia menjelaskan, pihaknya belum bisa membuat IPAL sesuai ketentuan yang berlaku, lantaran terpentok biaya pembangunan. Dia menjelaskan, untuk membangun IPAL sesuai standar baku mutu yang ditetapkan, membutuhkan biaya sekitar Rp 1,5 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah, mengungkapkan hasil uji laboratorium terhadap sampel air Kali Bekasi, terbukti mengandung Chemical Oxigen Demand (COD), dan Chromic atau logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Kedua bahan kimia tersebut bersifat seperti racun dan karsinogen, yang melebihi ambang batas mutu.

“Dua bahan kimia tersebut melebihi ambang batas mencapai 200 persen,” katanya.

Dalam waktu yang lama, apabila dikonsumsi manusia akan mengakibatkan kanker.

“Kedua zat ini diperoleh dari hasil pewarna bahan jins,” katanya.

Meski begitu, kata dia, Kali Bekasi berangsur-angsur akan mengalami pemurnian secara alami setelah sumber pencemarannya diketahui dan dihentikan.

“Air yang mengalir memiliki sifat purifikasi dan bisa memurnikan secara alami (self purification) secara alami,” imbuhnya. (B1)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY