Mahasiswa UNCEN Memintah Rektor Pro Aktif Terhadap Aspirasi Mahasiswa

0
710

PAPUA, Zonadinamika.com. Para pimpinan dari Badan Eksekutif Mahasiswa BEM Fisip DPMEP Fisip DPMEP Teknik dan tergabung dalam solideritas peduli pendidikan dengan ratusan masa aksi kembali melakukan aksi demonstrasi damai yang bermartabat kepada Rektor Uncen dan jajarannya guna menerima aspirasi mereka

Aksi ini kami menuntut untuk memprioritaskan putra- putri Papua yang sudah selesai SMA/SMK masuk di perguruan tinggi di Uncen. Kami meminta juga bahwa penerimaan mahasiswa baru itu 80% harus diterima orang asli Papua karena kehadiran Uncen tujuannya untuk menyiapkan sumber daya manusia papua kata Paulus Magai saat diwawancarai oleh wartawan zonadinamika.Com jumat 27/052016.

Lanjut,Magai Dia minta kepada pimpinan dalam hal ini kepada Rektor SBMTPN harus memperpanjangkan waktu supaya anak-anak yang sementara masih berkeliaran di kota studi Jayapura ini boleh dapat tes di Uncen.

Pembayaran SPP yang kini kiang melongjak tinggi ini, harus disamakan delapan Fakultas yang ada ini di lingkungan Uncen ini. Bagimana pembayaran sangat mahal sekali namun fasilitas yang di setiap Fakultas dan Jurusan sangat minim lalu, Bantuan-Batuan yang di kasih dari pemerintah pusat, Provinsi, Freeport dan Uncen perancan dan pemikir UU Otonomi khusus semua itu di kemanakan tanya dia…?.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa BEM Fisip Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Uncen) Yalli Wenda menyatakan saya selaku pimpianan Mahasiwa sangat kesal atas kehadiran Polisi di kampus ini sama saja dengan di intimidasi kami.

Rektor mengundan pihak polisi ini menunjukan ketidakmampuan untuk menyeesaikan malasah antara kami mahasiwa bersama pimpinan.
Karena demontarasi kami ini, antara Rektor dan kami mahasiswa berarti ini sama saja antara Bapak dan anak, Namun pihak polisi datang bukan mengawasi tidak namun merusak dua pintu utama di kampus baru waena dan polisi masuk di dalam kampus ini mereka tak hargai. Dan sudah melanggar otonomi kampus dan melanggar UUD yang terdapat pada pasal 28 hak memyampaikan pendapat itu di bungkam.

Ketua DPMEF Fakultas Fisip Gerson, menyatakan bahwa kalau permintaan kami tidak di realisasikan berarti kami satu hati tetap akan dudük dibahwa Gapura atau di bahwa burung Cenderawasih.

Sebagai resolusi atau komitmen kami kalau Rektor tidak di indahkan berarti kami siap kudeta Rektor” kami tidak main-main” kami bicara benar dan sesungguh-sungguh.

Ini Tuntutan Dari Mahasiswa Kepada Rektor
Satu, Lembaga Universitas Cenderawasih, dalam hal ini Rektor Uncen segera memproteksi mahasiswa baru khusus orang Papua:

a. Yang mandaftar pada jalur lolal -seleksi lokal siswa berprestasi (SLSB).
b. Yang mendaftar pada jalur mandiri atau jalur lokal.

Dengan menyerahkan semua syarat penerimaan SLSB kepada TIM SM3P; demi terciptanya keberpihakan yang nyata.
Kedua, Kedepannya KEMENRISTEK, Provinsi Papua dan lembaga Uncen segera berlakukan Penerimaan Mahasiswa baru yang sejalan dengan Afirmatif Aktion dibidang pendidikan di tanah Papua sejalan dengan Amanat Otsus, yakni 80% (jalur lokal – wajib orang papua) dan 20%(Tes Nasional -SBMPTN, Undangan (10%) maupunTertulis (10%), dengan kalkulasi, 4% OAP dan 6% Non-Papua padamasing-masingtes SBMPTN);

Ketiga, PEMERINTAH PUSAT dan KEMENRISTEK hentikan pola Pembangunan Pendidikan alat barat Indonesia (Jawa, Bali, Sumatera, dll) yang dipaksakan pada pola pendidikan di kawasan timur Indonesia khususnya di tanah Papua, yang masih jauh dari harapan pembangunan manusia Papua. Dan segera melakukan pola Pendidikan sesuai dengan sosial budaya orang Papua. Sehingga tak terjadi ketimpangan dalam pembangunan manusia pada umumnya keterpaksaan.

Keempat, Rektor Universitas Cenderawasih segera keluarkan surat perintah kepada fakultas-fakultas untuk segera menutup Fakultas/kuliah jarak jauh (Kelas Jauh), dan hentikan penerimaan Mahasiwa Ekstensi, tanpa pertimbangan apapun, demi peningkatan mutu mahasiswa Reguler yang ada pada setiap fakultas demi terciptanya Sumber Daya Manusia Papua yang mapan dimasa mendatang;

Kelima Rektor Universitas Cenderawasih segera keluarkan surat edaran untuk menyamaratakan sumbangan pembiayan pendidikan (SPP) pada 9 Fakultas yang ada di uncen;
Keenam, Aparat kepolisan di Kota Jayapura (Polres, Polsek Abe dan Heram), STOP mengintervensi lembaga Universitas Cenderawasih, yang berdampak pada independensi kegiatan ilmiah mahasiswa. (Musa Boma)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY