Kasus Pembakaran Rumah Ibadah Pelanggaran HAM Serius

0
356

Jakarta –Zonadinamika.ccom. Peristiwa pembakaran gereja di Aceh Singkil adalah merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serius. Oleh Karena itulah, penegakan hukum harus dilakukan terhadap kasus intoleransi tersebut.

“Apapun dalil para pejabat daerah, penyerangan tempat ibadah adalah bentuk pelanggaran HAM berat dan pelanggaran hak konstitusional warga negara. Produk hukum yang menjadi dasar penyerangan juga merupakan bentuk pelanggaran HAM atau violation by rule, karena mengandung muatan diskriminatif dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen, Rabu (14/10).

Dia menyatakan, Pancasila dan UUD 1945 merupakan pegangan dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Jika bener info yang kami dapat bahwa terdapat Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh 25/2007 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah, yang muatannya sangat diskriminatif dan kemudian dijadikan dalih penyerangan, maka ini patut disesalkan. Dengan alasan yang sama, pada Mei 2012 sebanyak 20 tempat ibadah di Singkil juga ditutup oleh warga,” ujar jelas Ketua Umum Generasi Muda Republik Indonesia ini.

Dia juga menyesalkan peranan institusi kepolisian yang terkesan tunduk pada anarkisme massa. “Dengan alasan apapun karena kejadian ini bukan spontanitas, karena kabar penyerangan ini sudah beredar sehari sebelumnya. Kegagalan aparat kepolisian menuntut pertanggungjawaban,” tegasnya.

“Saya minta kepada semua pihak yang mengalami kedukaan untuk menahan diri agar jangan sampai masyarakat luas terpancing oleh provokasi melalui SMS-SMS. Saya berharap semua warga menahan diri dan menyelesaikan kasus ini secara hukum,” pungkasnya. (B1)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY