Solidaritas SUP Gelar Aksi, Mengutuk Tindakan Brutal Aparat TNI-POLRI Indonesia

0
436

Malang,Zonadinamika.Com, Mahasiswa Papua Yang tergabung dalam Solidaritas Untuk Papua (SUP) Gelar aksi di depan Kantor Balai Kota Malang,Jawa Timur,Selasa,(06/10/15).mengutuk tindakan brutal TNI-PORLI Indonesia.

Thema aksi diangkat SUP adalah “Mengutuk Tindakan Brutal Aparat TNI-POLRI dan Minta Bertanggung Jawab Atas Kejahatan Kemanusian di Papua,”

Dalam aksi yang mereka protes terhadap pemerintah pusat terkait penembakan siswa yang dilakukan oknum TNI/PORLI. Dalam aksi yang dilakukan di depan Balai Kota Malang itu, pihaknya mengecam Perbuatan tidak manusiawi yang di lakukan oleh TNI dan PORLI diatas Tanah Papua.

Aksi tersebut Solidaritas Untuk Papua mengusung tiga kasus dari (08/12/2014) itu, Penembakan yang dilakuakan oknum TNI terhadap 8 orang dan 5 diantara meninggal yang statusnya Pelajar SMA. Kemudian kasus (28/08/ 2015) di Timika 2 orang di tembak dan baru-baru ini,di timika tanggal (28/09/2015) TNI-PORLI menembak 2 0rang Siswa SMK Bangsa Kaleb Bagau (17) dan Fernando Sabarofet (17).
Seperti yang di beritakan Media Jatimtimes.com atas peristiwa tersebut, masiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Malang, menuntut penegakan hukum di Papua. Wilson Nawipa, selaku juru bicara meminta kepada pemerintah untuk tegas dalam penegakan hukum di tanah Papua sebagai negara yang berlandaskan demokrasi.
Di negara demokrasi katanya, masih ditemukannya kesenjangan keadilan terutama ditanah Papua. “Kami menyuarakan hak kami, tuntaskan permasalah karena tidak ada penegakkan demokrasi di Papua,” teriaknya dalam orasinya.

Dalam Surat release Solidaritas Untuk Papua (SUP ) Menulis “dalam Tahun 2015 ini,kekerasan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh Indonesia terhadap orang asli Papua (OAP) tercacat lebih dari 10 kasus Pelanggaran HAM, dua puluh nyawa orang Papua melayang dan puluahan lainnya mengalami luka tembak,”tulis solidaritas untuk papua.

Peristiwa (08/10/15) Perbuatan yang tidak secara manusawi yang di lakukan oleh TNI-PORLI padahal bulan desember adalah bulan suci bagi umat nasrani.tapi nyatanya bulan desember sebagai hari besar bagi umat nasrani tetapi masyarakat menyambut dengan rasa duka cita atas penembakan terhadap 5 0rang Pelajar SMA dan belsan mengalami luka tembak.

Tambah solidaritas untuk papua,belum jelas proses hukum bagi para pelaku penembakan di kabupaten Paniai,Papua. Pada tanggal (28/08) kembali terjadi penembakan membabi buta oleh TNI-PORLI terhdap rakyat sipil kabupaten Timika ,Papua.dimana rakyat papua dari suku amungme saat sedang mengadakan syukuran di salah satu gereja kemudiaan 2 orang TNI dalam keadaan mabuk dan tembak 2 orang pemuda lainnya mengalami luka kritis.

Dengan banyak kasus pelanggaran HAM dan kejahatan terhadap warga sipil Papua yang di lakukan oleh TNI-POLRI Indonesia maka,solidaritas minta bertanggung jawab atas kejahatan kemanusian di papua,” pungkasnya.

(Martinus Pigome)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY