IPMAMI Semarang, Mengutuk Tindakan Kekerasan Aparat Di Timika

0
678

Semarang.Zonadamika. Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Semarang, Menyikapi tindakan kekerasan Aparat TNI/Polri yang menembak mati dua pemuda di koperapoka dan satu pelajar digorong-gorong, Timika, Pada hari senin bulan lalu, 28/09/15 penembakan dikoperapoka.

Timika yang menewaskan 3 orang saat syukuran salah satu putra daerah Timika asal suku kamora yang menyelesaikan pendidikan S3 di Pilipina aparat TNI menembak beberapa masyarakaat korbanya diantarnya luka-luka Thomas Apoka (16) laki-laki Marinus Apokapo (24) Moses Imipu (23) aparat milter TNI juga menembak mati, Yulianus Okoarek (18) Imanuel Maurimau (23)”.Tulis Ipmami dalam pers lerease yang diterima media ini, Jumat, 1/10/15 sore, disekertariat Ipmami Semarang.

“Kekerasan aparat militer Indonesia tak sampai disitu pada hari senin, 28/09/15 di gorong-gorong, Timika. Kalep Zera Bagau (18), laki-laki, agama Kristen Protestan, Siswa SMK Petra Timika Papua dari suku Moni, Papua. Dan korban yang luka dan kritis Efrando I.S. Sabarofek (17), laki-laki, agama Kristen Protestan, siswa SMK Petra Timika, Papua dari suku Biak”. Tulis Ipmami.

Sementara Ketua Ipmami Korwil Semarang Benny Ronald Magal kepada Zonadinamika mengatakan kami mahasiswa Papua Timika sangat kecewa dengan tindakan aparat keamanan yang seharusnya mengayomi masyarakat tapi aparat keamanan jadi aktor utama untuk menciptakan konflik-konflik di Timika pada umunya Papua,
“Lembaga Masyarakat Adat (LMA) maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Timika jangan diam harus bersuara, Selama ini banyak kasus kekerasan yang terjadi di Timika tetapi tidak pernah diadvokasi sampai tuntas.” Kata Benny

Lanjut Magal, Melihat rentetan kasus pelanggaran HAM dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh TNI-POLRI yang masih dan terus terjadi di Timika Papua, Namun hingga saat ini tidak ada penyelesaian serta pemberian hukuman yang tegas kepada para pelaku kejahatan kemanusiaan dan pelanggar HAM di Timika.

Maka kami Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMAMI) Korwil Semarang mennyatakan sikap, satu Tarik Mliter, Organik maupun Non Organik dari seluruh tanah Papua.
Kedua Mengutuk tindakan aparat militer TNI/Polri yang menewaskan dua pemuda Yulianus Okoarek (18) Imanuel Maurimau (23) dikoperapoka dan satu pelajar atas nama Kalep Zera Bagau (18) digorong-gorong,Timika,

Ketiga Kapolri Segera Copot Jabatan Kapolda Papua dan Kapolres Mimika Yang tidak menjalan sesuai tugas dan tanggung jawab Konstitusi Polri.
Kempat DPRP segera membentuk pansus untuk mengusut tuntas kasus penembakan dikoperapoka dan gorong-goromg di Timika.

Kelima Negara Bertanggung Jawab Atas Kejahatan Kemanusiaan di Papua, keenam Menuntup dan menghentikan aktifitas eksploitasi perusahaan milik negara Imperialis Amerika Serikat PT.Freeport Indonesia yang merampas dan merusak lingkungan di Bumi Amungsa, Timika.

(Bernardo Boma)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY