Kota Medan Dipenuhi “Rumah Bordir” dan Lokasi Maksiat

0
26702

MEDAN,Zonadinamika.com. Seiring perkembaangan Kota Medan menjadi kota Metropolitan ternyata menyimpan segudang problema. Pasalnya masyarakat Kota Medan saat ini merasa resah karena kota Medan kini telah disesaki dengan munculnya tempat-tempat prostitusi yang di balut dengan modus tempat hiburan, SPA, rumah kos-kosan dan tempat karoke

Aneh tapi nyata dan bukan rahasia umum lagi, inilah ruang lingkup disetiap sudut kota Medan, hampir setiap malam disuguhkan dengan dentuman musik house serta pemandangan tak senonok dari cewek-cewek malam berpakaian seksipun kerap menghiasi beberapa ruas Jalan Kota Medan, seperti halnya di kawasan yang berada di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah.

Tak hanya Diskotik. Salon, Spa, Karaoke, Bar & Club, rumah kos-kosan pun bahkan hadir menghiasi indahnya malam hari di beberapa kawasan Jalan kota Medan.

Alhasil lokasi-lokasi bisnis hiburan malam semi “Rumah Bordir” inipun seakan-akan “Mengepung” kota Medan.

Adapun beberapa lokasi hiburan malam semi “Rumah Bordir” yang tak jarang dihiasi cewek-cewek seksi penjajal seks komersial inipun akrab terlihat di Jalan Biduk. Di sepanjang Jalan itu berderet sebuah tempat usaha yang berkedok mulai dari Spa, Salon and Message antara lain, Na..na salon Barber Shop, Yiu yiu salon dan Refleksi Kaki, Cantika Spa, Spa Ratu, Karaoke Lorier, Taiwan Refleksi, D’Amour Salon dan Spa, The King Star Spa, Jaya Spa & Message, Winner Spa, D’Star Spa & Tradisional Message serta Fortuna Relaxing Body Message.

Berdasarkan hasil investigasi, bukan rahasia umum lagi bila didalam salon dan spa yang rata-rata berada di Jalan Biduk ini terpampang wajah-wajah manis para wanita penjajal seks komersial. Awalnya memang playanan spa atau salon, tapi mereka juga bisa ditawar dalam melayani kebutuhan birahi.

Didalam kamar atau bilik-bilik tirai yang telah disediakan pengusaha, para pria hidung belangpun bisa dengan bebas meminta servis tambahan atau plus-plus. Asalkan sesuai harga, praktek prostitusi pun berjalan dengan baik. Biasanya patokan harga untuk berbuat mesum dikawasan jalan biduk ini mulai dari Rp300 ribu hingga bertarif Rp1 juta.

Para pemilik salon biasanya berkilah ketika ditanya bila salon atau spa nya merupakan lokasi prostitusi. Karena bilapun ada kedapatan praktek prostitusi yang selama ini terjaring karena raziah, itu merupakan kenakalan karyawan saja dan bukan saran dari para pemilik usaha. Namun, para pemilik usaha pun dapat tetap lolos dari jeratan hukum hingga dapat kembali melenggang mengembangkan usaha prostitusinya.

Selain Spa, Salon and Message, hiburan malam lainnya yang menghiasi kota Medan yakni, Diskotik, Karaoke, Club and Bar. Seperti yang tak asing lagi ditelinga pencinta dunia hiburan malam kota Medan ialah, Diskotik LG, Diskotik Super, New Zone, M3, X3, Fortuna Karaoke RM PUB, Toshiko, Elegant Entertaiment Karaoke Hotel dan Spa, dan terkahir Toba PUB and Bar. Tak jauh beda lokasi hiburan malam inipun dihiasi para wanita seksi dan bisa dipakai kapanpun asalkan sesuai harga, pasa tancap gas.

Tak hanya itu, maraknya tempat kos-kosan di Kota Medan seperti di Jalan Pasundan, Jalan PWS, Jalan Skip, Jalan Ayahanda, Jalan Darusalam yang kini dijadikan tempat para PSK untuk berbisnis seks kepada para pria hidung belang, serta tumbuhnya rumah kos yang dijadikan tempat prostitusi homoseksual berkedok panti pijat yang banyak di temukan di Jalan Ayahanda, salah satunya terdapat Jalan Garpu, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah yang pernah digrebek oleh Personil Polsek Medan Baru.

Lain lagi hotel-hotel yang menyediakan jasa “Plus-plus” dikawasan Jalan Nibung Raya, Jalan Jamin Ginting, Jalan SM Raja, Jalan Tengku Amir Hamzah, Gajah Mada, dan Jalan Gatot Subroto Medan.

“Heranlah kita melihat Kota Medan yang sekarang bang, sangat jauh berbeda dengan kota Medan yang dulu dengan yang sekarang. Kini Medan ibarat di kepung tempat prostitusi yang berkedok tempat usaha,” ujar Andi salah seorang warga Kota Medan kepada Zoandinamika. Online, Sabtu (16/5/2015).

Ia juga menegaskan bila tempat-tempat prostitusi yang sudah menjamur di kota Medan ini tak kunjung ditertibkan maka Kadis Priwisata kota Medan, Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan sudah wajib mempertimbangkan kinerjanya dan walikota Medan segera mengevaluasi jabatan bawahannya.

Menyikapi masalah ini, Arifin Saleh, SH selaku Pengamat Sosial dan Praktisi Hukum ini mengatakan maraknya prostitusi di kota Medan di akibatkan karena kurangnya perhatian serta pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah kota Medan.

Menurutnya fenomena ini disebabkan karena banyaknya pengangguran, minimnya lowongan pekerjaan, besarnya pengaruh lingkungan, gengsi serta pemalas, itulah penyebab maraknya praktik-praktik prostitusi dan peredaran narkoba di Medan.

“Lemahnya sistem pengetahuan tentang pendidikan Agama yang ditanamkan para orang tua kepada seseorang yang ditanamkan sejak dari kecil mapun pengarahan dari Pemko Medan tentang bahayanya seks bebas dan dampak bahayanya penyalahgunaan narkoba,” ujar Arifin Saleh.

Arifin berharap kepada Walikota Medan untuk bekerjasama dengan semua pihak untuk memberantas
“Rumah Bordir” dan Lokasi Maksiat dan menginstruksikan agar Dinas Pariwisata Kota Medan bersama dengan Camat, Lurah dan Kepling harus berkerja ekstra keras untuk meraziah “Rumah Bordir” dan Lokasi Maksiat dan jangan hanya tutup mata.

“Selama ini apa yang telah dikerjakan oleh pihak Dinas Pariwisata Kota Medan bersama dengan Camat, Lurah dan Kepling mereka jangan hanya tutup mata serta jangan hanya menerima gaji buta saja. Dia juga menduga bawahan Walikota Medan telah menerima “upeti” dari para pemilik usaha,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menghimbau agar Walikota Medan segera mengambil tindakan untuk membasmi semua lokasi hiburan malam dan usaha yang berkedok salon dan semacamnya. Hendaknya pemerintah dan ppihak kepolisian dapat segera mengambil tindakan untuk tidak memberikan ruang lagi terhadap usaha bisnis hitam yang telah menbelengu Kota Medan.(Rp82)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here