Tumpukan Sampah dimana mana,Nabire Bagikan Kota sampah

0
573

Nabire Kota SampahNabire Papua-Zonadinamika online. Bupati kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos menyampaikan dalam Orasi Kampanye pada tahun 2010-2011 di panggung Taman Gizi kota Nabire, Visi dan MISI yang ia sampaikan kepada masyarakat bahwa; Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis,Pengadaan Pembangunan Pemukiman bagi Rumah Masyarakat, Bangunan Fisik dan Nabire Bersih dari Sampah.
Nabire dulu dikenal dengan Kota Emas Kini Jadi Kota Sampah, Sampah yang terhamburan di semua ruas jalan siapa yang tanggung jawab untuk bersihkan.

“Menilai dari Masyarakat kabupaten Nabire kepada Bupati Douw selama Lima Tahun, Visi dan Misi yang ia lontarkan kepada Masyarakat Nabire dinyatakan masih belum di buktikan alias GAGAL”.
Mewakili Seluruh Masyarakat Agus Yaiyopa dan juga anak-anak Portir Lintas Wadouw menyampaikan kepada Wartawan Media ini Bahwa, Pemerintah harus prioritaskan atau di perhatikan untuk dibersihkan dalam hal Sampah di Lingkungan Kota Nabire seperti Pasar Karang, KPR Pasar Sore, dan Pasar Sentral Kali Bobo, terminal transit Kota Oyehe dan sampah yang di sepanjang ruas Jalan harus di bersihkan dengan rutin biar Nabire bersih dari Sampah.

Sambung Yaiyopa, Mantan bupati A.P Youw membangun Taman Karel Gobay sebagai kenangan yakni di depan tuguh Selamat datang Air Port Nabire harus di Perhatikan karena sudah jadikan sebagai sarang Penyamun tempat minum-minuman keras, ia juga menegaskan kepada Pemerintah tolong hargailah Taman ini karena Mantan Bupati Drs. Karel Gobai adalah konseptor pembangunan di kabupaten Nabire.

Masyarakat Sedih hati bahkan air mata jatuh karena Pemerintah Menghilangkan Kenangan-kenangan yang di tinggalkan oleh kedua Mantan Bupati Drs.A.P Youw, M.S.si dan Drs. Karel Gobai keduanya adalah Senior Pemerintahan dan tokoh Konseptor dari (7) tujuh suku yang ada di Wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Harapan dari Masyarakat bahwa di tempat-tempat yang rame dengan sampah diharuskan rekrutmen tenaga kerja untuk bersihkan Sampah, bila perlu 50 orang di setiap Pasar ”.
Penyebab dari berbau sampah yang begitu tajam masuk dalam rumah-rumah warga seinggah masyarakat selalu menimbulkan penyakit, khususnya bagi warga yang terdekat dengan pasar karang.
Hanya sampah saja tidak bisa ditangani apalagi tangani yang seperti bangunan yang lainya tidak nampak selama ini,” Pesan kami pemimpin seperti ini jangan lagi calon kembali, calon juga hanya membunuh daerah dan masyarakat jadilebih baik jangan calon kembali bikin malu saja”.
Kabupaten Nabire adalah Kabupaten Induk dari beberapa Kabupaten yang ada di Wilayah Pegunungan Tengah Papua seperti; Nabire Mekarkan 2 kabupaten yaitu Paniai dan Puncak Jaya, dan Paniai Mekarkan 2 kabupaten yakni Kabupaten Deiyai dan Intan Jaya dan juga Puncak Jaya Mekarkan 1 kabupaten yaitu Puncak Papua.

Tidak lama kemudian kabupaten Nabire mekarkan lagi yaitu yakni Kabupaten Dogiyai, Oleh karena itu Pemimpin Nabire harus wajibkan untuk bersihkan karena Nabire ini kakaknya dari beberapa kabupaten.
Kota Kabupaten Nabire adalah Pintu Masuknya barang-barang bangunan dari beberapa kabupaten yang ada di Papua Tengah umumnya dan yang lebih khususnya “Nabire,Paniai,Puncak Jaya,Puncak Papua,Intan Jaya, Deiyai dan Dogiyai” jadi kalau boleh Pemerintah Kabupaten Nabire harus bekerja dengan maksimal supaya Kabupaten induk ini harus rapi bersih karena terlihat Bersih itu indah.
Salah satu pemuda di Pasar Karang Nabire juga sempat menyayangkan kepada Media Zonadinamika.Com “ dirinya singgung tentang ibu kota Provinsi Papua Tengah yang nanti-nantikan oleh Warga Masyarakat Papua Tengah, ia juga mengatakan dengan tegas kepada pemda Nabire bahwa di Nabire tidak layak jadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. “karena beberapa ruas jalan terhamburang dengan sampah, jalan raya dalam kota rusak parah dan berlobang dan masih belum juga tertata dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Nabire sendiri belum ada bangunan baru, kami melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kami sebagai anak-anak Daerah asal Kabupaten Nabire,” jadi kami lihat Bangunan seperti, Perkantoran maupun Pengaspalan Jalan dalam Kota yang ada juga masih bekas-bekas tangan mantan bupati selama Sepuluh Tahun”. ujarnya (PAY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY