Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Sabu 1,94 Kg Dari Malaysia

0
35
Bea Cukai Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1,94 kg

SURABAYA – Zonadinamika.com. Selasa, 22 Agustus 2017 jam 12 siang Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1,94 kg yang ditenggarai berinisial M.S. (53) membawa barang terlarang berdasar analisa image X-Ray. Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Ditreskoba Polda Jatim untuk proses pengembangan lebih lanjut.

Decy Arifinsjah, Kakanwil Bea Cukai Jawa Timur I menjelaskan barang terlarang dikemas menjadi 2 paket dibungkus rapi menggunakan plastik dan alumini8um foil yang disembunyikan didasar tas berwarna hitam yang telah dimodifikasi untuk mengecoh petugas. “Hari ini Kita sampaikan terkait dengan penyelundupan 1,94 kilogram sabu dengan modus klasik namun sangat berani. Pada tanggal 22 agustus pukul 12  lalu Pegawai bea cukai bandara internasional Juanda menangkap MS 53 tahun menggunakan pesawat AirAsia rute Johor bahru – Surabaya,” jelasnya saat konferensi pers, Selasa (29/08).

Dari informasi yang ada, kasus penyelundupan kali ini merupakan hasil tangkapan Bea Cukai Juanda yang ke delapan dan terbesar sepanjang tahun 2017.

Ia menambahkan, pihaknya tak henti terus menerus menggagalkan penyelundupan barang terlarang melalui bandara. “Seperti saya sampaikan bahwa ami disini  kompak didukung Danlanud (Komandan Lapangan Udara), Dirnarkoba dan semua pihak. Operasi ini tidak berhenti disini, Kita semua berharap Jawa timur benar – benar bebas dari Narkoba,” tambah Decy.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkotika Polda Jatim Kombes Pol Gagas Nugraha memaparkan tersangka MS akan membawa paket tersebut ke Bangkalan, Madura. “Berdasarkan hasil penyelidikan memang terbakar dan hangus Mereka punya sandi  – sandi tertentu, Dia di tangkap lalu Dia kontak Orang yang akan mengambil karena modusnya akan dijemput di bandara makanya Kita akan cari alamat yang di Bangkalan karena ini Tersangka adalah DPO (Daftar Pencarian Orang) dari 3 orang saksi yang Kita periksa dan jadi Tersangka. sedangkan Tersangka utama tidak ada di tempat, jadi dimungkinan Mereka yang menerima itu,” paparnya.

Banyaknya kasus peredaran Narkoba belakangan terjadi di tanah air menurutnya akibat permintaan barang haram tersebut tinggi. Selain itu di beberapa negara juga terjadi pengetatan penggunaan narkoba sehingga Pengedar mencari pasar baru yang lebih longgar.

Imbuh Gagas, pihaknya sudah mengantongi identitas tersangka DPO yang berinisial B tengah menelusuri keberadaannya dan akan menangkapnya dalam waktu dekat ini meskipun tidak ada barang bukti.

Dari barang bukti sabu total yang ditaksir harga sekitar 3 miliyar rupiah dan upaya penggagalan penyelundupan ini mampu menyelamatkan 9.700 jiwa dalam hitungan 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here