Sistematis dan Pelayanan Dispenduk Capil Surabaya Diragukan Masyarakat

0
59
Eka Dwi warga semolowaru saat menjelaskan ke Linmas di Dispenduk Capil Surabaya

SURABAYA -Zonadinamika.com. Kurang optimalnya pelayanan pada masyarakat pengguna layanan dari Dispenduk Capil Kota Surabaya merupakan fenomena yang banyak terjadi pada sektor pemerintahan padahal seharusnya pemerintah merupakan pelayanan publik yang hadir untuk melayani dengan cepat, benar dan dapat memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Namun faktanya terbalik seperti yang dirasakan Eka Dwi warga Semolowaru, saat tiba nomor antrian dirinya diloket Biometri, sambil menunjukan Surat Keterangan (Suket) KTP-Elektronik, staff pelayanan Dispenduk Capil Surabaya menyampaikan tidak dapat diterbitkan KTPnya.

“kenapa? Alasannya KSK saya ada banyak, lah itukan yang menerbitkan dari sini (Dispenduk Capil Surabaya). Langsung saya marah mas, saya tidak dapat bekerja kembali menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dikarenakan paspor saya diblokir, ya untuk keimigrasian mas,” kesalnya, Rabu (16/8).

Terdengar keramaian pihak Linmas pun menghampiri pengguna layanan tersebut. Setelah keributan meredam, Linmas mengantarkan kedalam ruangan agar duduk persoalan teratasi. Tak lama kemudian,  Eka Dwi keluar ruangan sambil melipat-lipat raut wajahnya, kekecewaan yang dirasakan yang disebabkan tak ada titik solusinya.

Lantas dia mengatakan hanya ingin mendapat kepastian terbitnya KTP. “Didalam saya gak suka perdebatan, mereka bukan pengacara, mereka gak profesional. Mereka berbelit-belit minta bukti, bukti apa gitu loh? Kan saya sudah ngomong gitu toh, katanya ksk saya ada banyak ya monggo dicek dikomputer  itu yang saya inginkan tapi mereka menolaknya,” pintanya sambil menunjukan Akta Kelahiran  dan Suket miliknya.

Begitu juga pada pengguna layanan lainnya, warga Simokerto ini menyayangkan atas blanko yang dikeluarkan Dispenduk Capil Pemerintah Kota Surabaya. Pada hari Selasa tanggal 15 Agustus 2017, Ardi Bayu meminta Suket ke Kecamatan Simokerto setelah dicetakkan Suket tersebut lantas pihak staff kecamatan menyarankan untuk ke Dispenduk yang berada di Jl. Siola.

“Nanti kalau sudah sampai sana langsung saja berikan ke loket 15, jangan mengambil nomor antri langsung bertemu Pak Sutopo untuk meminta tanda tangan,” ujar salah seorang pegawai Kecamatan Simokerto.

Namun warga Simokerto ini datang dikemudian hari (Rabu, 16/8, red). Ketika masuk di Dispenduk Capil Surabaya pihak linmas menanyakan bisa saya bantu, Ardi pun menjawab buat Suket. Saran linmas mengambil nomor antrian. Saat tiba nomor antrian dia ke loket Biometri, menujukkan Suket tersebut dan menanyakan Suket ini tidak ada barcodenya. “Suket yang dari Kecamatan diminta kembali sama pegawai loket mas dan ini dibuatkan kembali yang ada barcodenya, karena saya kan mau ke Bandung sedangkan di Bandung tidak menerima Suket yang tanpa Barcode,” jelas Ardi Bayu (28) yang suka bermain musik.

Anehnya, ada perbedaan Blanko Suket tersebut, Suket yang keluaran Kecamatan Simokerto tanpa ada barcode yang bertanda tangan Sekretaris Dispenduk Capil Surabaya atas nama Sutopo, S.Sos.MM sedangkan yang  dikeluarkan Dispenduk Capil Surabaya memakai Barcode dan yang bertanda tangan Kepala Dispenduk Capil Surabaya atas nama Moh. Suharto Wardoyo, SH.,M.Hum. (dms)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here