Izin Kepemilikan Senpi Harus Diseleksi Ketat

0
203

Medan,Zonadinamika.com – Anggota DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan mengharapkan aparat kepolisian untuk menyeleksi ketat pemberian izin kepemilikan senjata api. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir banyak kasus penembakan yang terjadi di lingkungan masyarakat sipil.

Menurut anggota Komisi A ini, penggunaan senjata api pada hakikatnya adalah untuk pertahanan. Namun kenyataannya, senjata api justru digunakan untuk menyerang orang lain.

“Sering ditemukan kasus senjata api yang beredar di masyarakat sipil. Padahal sebenarnya ada aturan dalam hal kepemilikan dan izin penggunaan senjata api tersebut,” katanya, Senin (30/11).

Ia menambahkan, untuk mendapatkan izin kepemilikan senjata api haruslah melewati syarat dan ketentuan yang ketat.

“Orang yang akan diberikan izin kepemilikan senjata api harus orang yang benar-benar sehat jasmani dan rohani. Beberapa bulan sekali juga harus dites psikologi secara rutin,” imbuh Sutrisno.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan, aparat kepolisian selaku pemberi izin kepemilikan senjata api juga harus memperhatikan profesi si calon pemilik senjata. Pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk mensosialisasikan hakikat dari senjata api itu sendiri.

“Jadi tidak serta merta diberikan izin kepemilikan itu. Hanya menjadi ketua OKP atau pengacara saja kan tidak perlu punya senjata,” ujarnya.

Korban Penembakan
Seperti yang dialami pengemudi becak bermotor (betor) Hariadi alias Adi (40) korban penembakan pengendara mobil sedan warna hitam kini opname menjalani perawatan medis di ruang ICU RS Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Minggu (22/11) malam. Baca Juga: 3 Wartawan Media Online Ditembak OTK di Kampung Kubur

Tangan kiri korban tidak bisa digerak-gerakkan dan hasil ronsen pihak rumah sakit, tulang lengan tangan kiri korban hancur ditembus peluru karena kena tembakan senjata Air Softgun. “Kalau tidak kena tulang, peluru bisa tembus ke dada dan bahkan pelurunya hancur,” kata Dewi Hartati (47) kakak kandung korban kepada Waspada Online di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Dewi menjelaskan, peristiwa penembakan itu terhadap adik kandungnya tersebut, di Jalan Iskandar Muda simpang Jalan Sailendra, Kecamatan Medan Petisah, Minggu (22/11) malam.

Selain itu, kembali terjadi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) dengan menggunakan senjata Air Softgun di kawasan Kampung Kubur Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah. Kali ini tiga orang wartawan dari media online menjadi korbannya, Minggu (29/11) sekitar pukul 05.30 Wib.

Data yang diperoleh Waspada Online menerangkan, ketiga wartawan dari media online tersebut diketahui bernama Nicolas Saragih (24), Fahrizal Abdillah (35) warga Jalan Kiwi, Kecamatan Medan Sunggal dan Arif Tanjung (25) warga Jalan Tani Asri. Ketiga kini tengah mendapatakan perawatan intensif dari tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Medan karena mengalami luka di bagian kepala, dan leher.

Nicolas kepada Waspada Online menjelaskan, peristiwa itu berawal dirinya bersama dengan dua rekanya sesama jurnalis sedang duduk-duduk di depan Polsek Medan Baru. Dimana sejumlah laki-laki yang tidak dikenal membuat laporan ke Polsek Medan Baru mengaku sebagai korban begal didekat kawasan kuil dekat Kampung Kubur.

Kemudian menanggapi laporan tersebut kemudian ketiga bersama anggota polisi dari Polsek Medan Baru langsung melakukan pengecekan lokasi. Namun naas, ketika sedang melakukan pengecekan tiba-tiba diteriaki dan ditembaki oleh OTK dengan senjata Air Softgun.

Saat ini, tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Medan Baru sudah mengamankan salah seorang yang diduga menembak 3 orang wartawan media online di Kampung Kubur. Ardiansyah alias Ramba yang ditangkap saat bersembunyi di salah satu rumah warga mengaku tidak memiliki senjata api yang dimaksud. Namun polisi terus melakukan penyelidikan. (wol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here