Justar Jungjungan Sampai Meninggal Tidak Mendapat Hak dari Perusahaan

0
380

BATAM-Zonadinamika.com. Nasib Justar Jungjungan pekerja di “Gra PARI TELKOMSEL” di kota Batam akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran pada hari Saptu tanggal 26-09-2015 jam 08,15 wib.

Selama bekerja di Gra PARI Telkomsel sejak tahun 2007 hingga meninggal dunia tidak pernah mendapatkan kartu jaminan kesehatan jamsostek /BPJS, dan mengabaikan undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.

Banyak perusahaan mengkangkangi undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja yang seharusnya menjadi kewajiban setiap perusahaan.Tetapi meski banyak perusahaan yang mengabaikan undang-undang nomor 3 tahun 1992.

Pasaribu keluarga Almarhum pada hari selasa tanggal 6 Oktober 2015 saat di konfirmasi media ini menuturkan “Bahwa sejak bulan mei 2015 Almarhum Justar Junjungan sudah mengeluhkan sakit yang di deritanya.

Berobat kerumah sakit, pihak rumah sakit menanyakan kartu Jamsostek/BPJS dari perusahaan tempat asal bekerja.Karena tidak adanya fasilitas jaminan kesehatan yang di berikan pihak perusahaan mau tidak mau kami dari pihak keluarga harus menanggung segala biaya perobatannya di rumah sakit Elisabeth.

Karena biaya sudah mencapai puluhan juta rupiah sakit yang di deritanya belum kunjung sembuh ,terpaksa kami harus mengurus BPJS untuk mendapatkan pertolongan perobatan gratis dan kemudian kami pindahkan ke rumah sakit Budi Kemuliaan.

Saat menjalani perobatan di rumah sakit Budi Kemuliaan melalui kartu BPJS secara pribadi ternyata masih banyak obat/resep yang harus kita beli di luar rumah sakit.

Karena biaya tidak sanggup lagi akhirnya kami keluarga memutuskan membawa Almarhum ke kampung halaman untuk menjalani perawatan ,berselang waktu beberapa minggu kemudian almarhum di bawa berobat ke RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran akhirnya meninggal dunia dan di kebumikan di kampung halaman pada hari minggu tanggal 27 September 2015. Paparnya.

Saptu tanggal 28 September 2015 pihaknya mendatangi kantor Gra PARI untuk memberitahukan kepada perusahaan bahwa Justar Jungjungan telah meninggal dunia.
Salah satu staf perusahaan Gra PARI menyampaikan “turut berduka cita atas meninggalnya Justar Jungjungan”dan pihak staf perusahaan langsung menyerahkan izajah dan surat pengalaman kerja Almarhum serta memberikan 2 amplop yang di berikan sataf perusahaan sacara pribadi serta satu amplop lagi dari rekan-rekan satu kerjanya,jelasnya.

5 Oktober 2015 media ini mendatangi perusahaan “Gra PARI “ salah satu staf perusahaan membenarkan bahwa telah memberikan izajah serta surat pengalaman kerja si Almarhum.

Menyangkut dokumen almarhum langsung saya serahkan kepada pihak keluarganya Almarhum, dan almarhum bukanlah secara langsung menjadi karyawan Gra PARI ,melainkan melalui PT ASIA OUTSOURCING SERVIS yang di pekerjakan di Gra PARI menjabat sebagai lider.

Saya sudah tidak dapat lagi menghubungi nomor kontak maupun ponsel pihak perusahaan PT ASIA OUTSOURCING SERVIS ,pada intinya saya masih staf baru di Gra PARI.Kalau memang almarhum bekerja di Gra PARI sejak tahun 2007 saya tidak tahu itu.

Saya berharap masalah ini tidak usah lagi di perpanjang apalagi mengungkit-ungkit tentang almarhum selama ini tidak terdaftar di Jamsostek/BPJS.Itu sudah menjadi resiko pihak keluarga membiayai segala biaya perobatan di rumah sakit ,upaya dan segala cara sudah di tempuh tetapi nyawa sdr.Jungjungan tidak dapat terselamatkan lagi.

Jika pihak keluarga berkeinginan menuntut biaya berobatan yang selama menjalani perobatan/okname di rumah sakit maupun JHT dan ansuransi kematian kepada pihak perusahaan menurut saya hal tersebut sangatlah sulit karena PT ASIA OUTSOURCING SERVIS tidak dapat lagi di hubungi,jelasnya. Seakan menyembunyikan sesuatu dan berusaha lepas tanggung jawab.
.SS/AMJOI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here