Penertiban Kios Liar “Jauh Dari Harapan Masyarakat Batam

0
430

Kios-Didepan-Maimart-Batamcentre_Dalil-HarahapBATAM,Zonadinamika.com. Sudah tiga tahun bangunan kios liar beroperasi di sepanjang jalan Hutatap-Mandalay, Kec. Sei Langkai, Batam bangunan masih terlihat berdiri ,sebelumnya BP Batam dan Pemko Batam punya komitmen akan melakukan penertiban melalui tim terpadu.Bukan hanya di Mandalay ,hampir di seluruh sepanjang pinggir jalan di kota Batam memadati bangunan kios-kios yang semestinya di peruntukkan sebagai taman maupun penghijauan secara drastis sudah berubah beralih fungsi tempat prasarana bisnis.

Para pengusaha pengembang dengan memamfaatkan row jalan/buffer zone seakan-akan bersembunyi di balik izin yang di terbitkan oleh BP Batam”pemamfaatan lahan parkir dan penghijauan “dalil inilah yang membuat tim terpadu terkesan tidak mempunyai nyali melakukan penertiban.Apalagi adanya informasi yang beredar di kalangan pengusaha maupun properti kios-kios liar,telah mengalirnya dana siluman kepada oknum-oknum tertentu baik untuk memperoleh izin maupun setelah beroperasi upeti di pungut setiap bulannya kepada pihak pengelola.Kemanakah dana pungli bulanan tersebut mengalir ? Apakah benar jika nantinya tim terpadu melakukan penertiban di seluruh kios liar di sepanjang pinggir jalan di kota Batam,pihak pengelola akan bernyanyi ?

Ketidak seriusan BP Batam dan Pemko Batam melakukan upaya penertiban bangunan yang berdiri di bahu jalan yang semestinya untuk taman dan penghijauan, patut menjadi pertanyaan ,kepentingan apa di kedua instansi pemerintahan tersebut mengulur-ulur waktu sampai saat ini melakukan pembiaran.

Dampak buruk bangunan kios-kios liar tersebut sangat di rasakan masyarakat kota Batam apalagi saat ini pertumbuhan kenderaan kian begitu pesat hingga mengakibatkan kemacetan berlalu lintas.Bukan hanya itu kota Batam saat ini sangat rentan dengan banjir,akibat di atas saluran parit sudah di padati bangunan kios yang di bangun secara permanen.Yang menjadi pertanyaan apakah para pemimpin maupun pejabat BP Batam dan Pemko Batam tidak merasakan dampak menjamurnya bangunan kios-kios liar tersebut .

Menurut salah satu warga pihak penyewa kios Mandalay berinisial SN mengatakan pada awak media ini “ saya membeli lahan/tanah tersebut dari seseorang/oknum seharga 15 juta dengan ukuran 5 x 10 meter,belum lagi adanya pungutan setiap bulannya yang di sebut pungutan untuk retribusi ke kas daerah kota Batam.Jika hal itu benar pungutan setiap bulannya dari kios-kios liar di pungut lalu di setorkan ke PAD selama ini ,berapa setiap tahunnya perolehan retribusi pemasukan ke kas daerah ?.

Kami dari pengelola kios pinggir jalan sudah sangat membantu pemerintah kota Batam menciptakan PAD kota Batam kian begitu meningkat,kami juga tidak membantah,menolak atau menghalanghalangi jika suatu saat di lakukan penertiban oleh tim terpadu,paling tidak perlu di pertimbangkan karena awalnya semua pedagang membeli pakai uang ,bukan segampang menarik tali rapiah memancang seenaknya lalu membangun.Kalaulah memang tim terpadu benar-benar melakukan penertiban banyak para pedagang di pinggir jalan merasa di rugikan ,karena modal dari awal pembelian kios belum kembali ,tuturnya.

Kasat Sappol PP Hendrik ,menyikapi mencuaknya pemberitaan di media massa cetak dan online terkait kios-kios liar sudah memadati kota Batam tanpa legalitas perizinan yang di miliki sempat mengumpulkan seluruh pengusaha yang memiliki bangunan berada di atas lahan Row jalan/Buffer zone untuk melakukan pembongkaran sendiri.

Tetapi sepertinya para si pengusaha kios-kios tidak mengindahkannya masih tampak bangunan kios-kios liar berdiri secara utuh antara lain :daerah Mandalay, Sungai Panas ,Nagoya ,Jodoh ,Batam Centre ,Tiban dan lain-lain.Masih mampukah BP Batam dan Pemko Batam dan instansi terkait untuk mengembalikan fungsi lahan Row jalan/Buffer zone pada uwujudnya sebagai taman dan penghijauan.SS/Toni .S

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here