Tjahjo Kumolo : Kita Harus Berani Tentukan Sikap, Siapa Kawan Dan Siapa Lawan

0
63
Tjahjo Kumolo : Kita Harus Berani Tentukan Sikap, Siapa Kawan Dan Siapa Lawan

LAMAKNEN, NTT, Zonadinamika.com, Menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia bukan hanya tanggungjawab TNI maupun Polri, tetapi merupakan tanggungjawab kita sebagai warga Negara Indonesia.

“Bagi perorangan, kelompok, organisasi atau siapapun juga yang ingin merubah ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan ingin memecah belah NKRI, kita harus berani menentukan sikap, siapa kawan dan siapa lawan.

Indonesia ada karena Pancasila, Indonesia ada karena UUD 1945, Indonesia ada karena kemajemukan bangsa ini dari Sabang sampai Merauke dan Indonesia ada karena kesatuan kita,” tegas Tjahjo Kumolo. dihadapan puluhan ribu warga perbatasan yang turut hadir dalam upacara peringatan HUT Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Padang Sabana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Sabtu (28/10). Sambung Tjahjo, ancaman yang penting untuk di cermati adalah masalah radikalisme terorisme.

Keberagaman ini harus dijaga secara baik, karena Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, kelompok, dan golongan yang harus menjadi satu.

“Jangan lihat dia sukunya apa, agamanya apa, daerahnya apa, dia orang kaya atau miskin. Kita satu warga Negara Republik Indonesia. Kita punya ideologi yang namanya Pancasila, kita punya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, kita punya Sumpah Pemuda, kita punya Bhineka Tunggal Ika dan kita adalah bagian dari Negara Republik Indonesia,” tandasnya.

Diyakini Tjahjo, komitmen semua stakeholder diwilayah perbatasan ini harus mencermati situasi bangsa kita akhir-akhir ini, untuk menghindari perpecahan sebagai anak bangsa.
“Saya yakin oleh Babinsa, Danramil disini sampai Danrem, Kamtibmas, Kapolsek, Kapolres sampai Kapolda, mulai Kepala Dusun, Kepala Desa sampai Gubernur dan Forum Pimpinan Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh-Tokoh Adat juga harus mencermati situasi ini. Kalau tidak, bisa tercerai berai,” ujarnya.

Mendagri juga menyampaikan, memasuki tahun hajatan politik di tahun 2018, partisipasi seluruh rakyat Indonesia diharapkan meningkat, demi menyukseskan tahapan-tahapan politik di tanah air.

“Bagi warga belu yang sudah memiliki hak memilih, gunakan hak pilih untuk memilih wakil rakyatnya, memilih kepala daerahnya, memilih Presiden dan Wakil Presiden yang bisa memimpin, bisa memperhatikan seluruh wilayah dan bangsa ini,” imbuh Tjahjo Kumolo. (Nus F/pkpsetdabelu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here