Menteri Tjahjo Kumolo Pimpin Upacara Sumpah Pemuda Di Fulan Fehan

0
50
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo.

LAMAKNEN, NTT, Zonadinamika.com, Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 89 tingkat Kabupaten Belu tahun 2017 digelar di Padang Sabana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen. Teriknya panas matahari dan hembusan angin kencang di lokasi obyek wisata alam tersebut tidak menyurutkan para pemuda-pemudi untuk melaksanakan upacara. Bertindak sebagai Inspektur Upacara,

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo.
Dalam amanatnya, Menteri Tjahjo meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk mempertegas komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Walaupun dibawa terik matahari, kita punya tekat dan semangat yang sama untuk memperingati hari sumpah pemuda ini. Presiden Jokowi ingin mewujudkan semangat ini, seperti yang tereksplore dalam lagu wajib kita, dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia,” ucap Tjhajo.

Presiden Jokowi, ungkap Tjahjo Kumolo bahwa, yang ingin dibangun disini tidak hanya bangunanperbatasan saja, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan infrastruktur sosial.
“Baru kali ini NTT di bangun 3 irigasi besar, 4 irigasi sedang, ratusan embung-embung, termasuk pembangunan jalan sabuk merah yang berbatasan dengan negara Timor Leste dan bangunan perbatasan kita juga sudah selesai di bangun. Ini komitmen kita bersama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menyinggung makna hari Sumpah Pemuda, Menteri Tjahjo mengutarakan bahwa, memperingati hari sumpah pemuda tidak hanya dengan menghafal atau mengingatnya, tetapi kita harus menjaga lambang-lambang negara seperti, bahasa, bangsa, lagu kebangsaan dan bendera merah putih.
“Bung Karno pernah mengatakan setiap manusia harus punya impian, setiap pemuda harus punya gagasan. Dengan gagasan dan impian itu, maka dia punya konsepsi-konsepsi pikiran dan keberanian untuk melangkah memerdekakan dan membangun bangsa ini.

Oleh karenanya saya harapkan kepada seluruh masyarakat Belu, sekecil apapun khususnya pemuda-pemudi harus punya impian, harus punya gagasan, supaya kita punya konsep, kita punya pikiran untuk membangun bangsa ini,” terangnya.

Dalam upaya percepatan pembangunan masyarakat khususnya di daerah perbatasan, Mendagri mengatakan dukungan dari semua pihak sangat diharapkan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan di daerah ini.

“Pak Bupati juga punya konsep, punya impian, punya gagasan dan gagasan itu bisa terwujud dalam upaya percepatan pembangunan masyarakat khususnya di Kabupaten Belu, kalau didukung oleh semua pihak, baik tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, DPRD, DPR RI, DPD RI dan seluruh Forum Pimpinan Daerah. Ini harus diajak bersama-sama untuk membangun percepatan pembangunan di NTT dan khususnya di daerah perbatasan ini,” katanya.

Masih menurutnya, sudah bukan jamannya lagi NTT kekurangan air bersih, karena air merupakan kebutuhan utama.

“Saya sudah keliling semua di NTT ini, Bapak Presiden mempercepat pembangunan 4 irigasi waduk besar. Saya juga mendengar kesepakatan Pak Bupati dengan Anggota DPR RI, Herman Herry untuk membuat air bor di setiap dusun-dusun yang rendah. Mau model kincir air, mau model bor, tetapi itu harus di percepat. Air sangat penting, agar kita memberikan kesempatan kepada masyarakat di Belu khususnya untuk bisa bercocok tanam atau mewujudkan wilayah keluarga yang sehat dari sanitasinya,” paparnya.

Lebih jauh, Tjahjo Kumolo mengatakan, sebagai negara yang besar, negara yang merdeka, negara yang berdaulat, tentunya ada tantangan-tantangan yang harus kita jawab. (Nus F./Setda).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here