Komnas Perlindungan Anak: Pemkab Tulang Bawang Barat Segera Mendeklarasikan Perlindungan Anak Berbasis Kampung.

0
20
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait

JAKARTA-Zonadinamika. com. pelanggaran hak anak diwilayah hukum Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, terus saja meningkat. Kejahatan seksual baik yang dilakukan decara perorangan dan atau bergerombol (geng rape) di kabupaten tulang bawang Barat (Tubaba), sudah sangat menakutkan. Fakta menunjukkan predator kejahatan seksual bukan saja dilakukan oleh orang dewasa tetapi juga melibatkan anak sebagai pelaku, Rabu 6/9/17.
Di tahun 2014, Lembaga nirlaba, menerima 22 kasus pelanggaran hak anak, dimana 52% adalah kejahatan seksual, meningkat di tahun 2015 menjadi 42 kasus, dan di tahun 2016 meningkat pula menjadi 48 kasus, serta 49 kasus di tahun 2017 sampai laporan akhir Juli.
Arist merdeka Sirait (KOMNAS) Perlindungan Anak menjelaskan dalam jumpa perstnya bahwa: Problem sosial anak lainnya yang perlu mendapat perhatian serius di Tubaba, adalah masih banyaknya ditemukan anak dibawah usia dari berbagai deda di Tubaba dipaksa melakukan perkawinan dini, dipekerjakan sebagai ekonomi altetnatif keluarga, eksploitasi, dan meningkatnya perebutan hak asuh bahkan kasus kekerasan dalam bentuk “bullying” atau perundungan dilingkungan sosial anak, ruang publik dan ruang kelas.
Menurutnya pelanggaran-pelanggaran hak anak di Tubaba, dapat membuktikan bahwa orangtua, masyarakat telah GAGAL ASUH dan pemerintah Tubaba sendiri telah gagal dalam memberikan jaminan perlindungan terhadap anak dari berbagai ancaman masa depan anak. Padahal, dalam mandat UU RI No. 36 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan UU RI No. 39 tahun1999 tentang Hak Asasi Manusia pemerintah adalah salah satu pilar yang bertanggungjawab untuk menjaga dan memberikan perlindungan bagi anak, demikian juga dengan ketentuan Instruksi Presiden (Inpres) No. 05 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA).
Untuk kepentingan terbaik dan masa depan anak di kabupaten tulang bawang Barat (tubaba), Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai Perkumpulan dari Lembaga-lembaga Perlindungan Anak di daerah termasuk didalamnya LPA TUBABA, mendesak kewajiban pemerintah kabupaten tulang bawang Barat, untuk segera mendorong masyarakat berpatisifasi dan mendeklarasikan Gerakan Nasional Perlindungan Anak berbasis Kampung yang diintegrasikan dengan dana dan program desa. Dengan bergeraknya masyarakat secara bersama diharapkan masyarakat saling memperhatikan dan saling menjaga dan melindungi anak dimasing-masing tempatnya.
Ditambahkanya, untuk menguatkan dan mendapat kepastian perlindungan anak di kabupaten tulang bawang Barat, Komnas Perlindungan Anak mendesak Pemerintah atas dukungan anggota dewan di DPRD Tubaba untuk menyediakan alokasi anggaran dalam pelaksanaan perlindungan anak danmemberikan jaminan kepada para pegiat dan aktivis perlindungan anak dari ancaman, intimidasi dari para predator dan pendukung predator kejahatan terhadap anak.
Arist, Aktivis Perlindungan anak yang mulai menaruh perhatian dan kepeduliaannya terhadap anak 37 tahun lalu, mendorong pihak penegak hukum di wilayah kabupaten tulang bawang Barat, untuk memberikan perhatian ekstra terhadap kasus-kasus pelanggaran hak anak, juga mendorong LPA Tubaba segera membangun kerjasama strategis dengan Polres Tubana dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.
Arist merdeka Sirait juga menyampaikan bahwa : Untuk membangun sinergitas dengan pemerintah Kabupaten Tubaba, Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak dalam tempo yang tak terlalu Lama akan berkunjung dan bertemu (Kunker) dengan Bupati kabupaten Tubana dan para pejabat tinggi pemerintahan Tubaba demikian juga dengan Kapolres Tubana dan Ketua Dewan, tadasnya (soni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here