Djarot Tegaskan Enggak ada Pemotongan Anggaran Lima RPTRA

0
28
gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat

JAKARTAZonadinamika.com. Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat membantah adanya pemotongan anggaran pembangunan lima Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Ditegaskannya, pembangunan 100 RPTRA yang menggunakan anggaran dari APBD DKI akan terus berjalan hingga Oktober mendatang,

“Yang untuk tahun ini enggak ada. Tahun ini sedang berjalan. Yang 100 RPTRA ya sedang berjalan (pembangunannya) sekarang. Enggak ada pemotongan, enggak ada masalah yang tahun ini lho ya,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (22/8).

Bahkan sudah tersedia tanah untuk pembangunan 100 RPTRA tersebut. Sehingga ia optimistis semua pembangunan RPTRA dari APBD dapat rampung dengan baik. Ditambah lagi diluar itu, ada enam RPTRA yang dibangun melalui dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta.

“Yang tahun ini tanahnya semua sudah tersedia. Sedangkan yang enam dari CSR itu juga enggak ada masalah,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini menargetkan pembangunan 100 RPTRA dari APBD DKI 2017 dan enam RPTRA dari dana CSR sudah bisa rampung pada bulan Oktober. Sehingga ia masih sempat meresmikannya sebelum lengser dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Sesuai perkirakan kita, Oktober, sebagian besar sudah selesai. Kita ingin semuanya selesai. Sehingga nanti peresmiannya serentak semuanya di satu lokasi saja,” ungkapnya.

Saat ini, Pemprov DKI telah berhasil membangun RPTRA di 186 lokasi yang tersebar di enam wilayah DKI Jakarta. Sebagian besar dibangun melalui dana APBD DKI dan sedikit dibangun melalui program CSR.

Untuk pembangunan satu RPTRA membutuhkan dana berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 750 juta. Alokasi anggaran ini bagi RPTRA yang dibangun dengan menggunakan APBD DKI.

Pembangunan 100 RPTRA yang baru akan menggunakan dana APBD DKI 2017 dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sebesar Rp 150 miliar. Tahun lalu anggaran untuk pembangunan RPTRA sebesar Rp 120 miliar.

Sekarang naik menjadi Rp150 miliar karena dialokasikan anggaran untuk fasilitas pendingin ruangan (air conditioner/AC) dan wifi. Pada tahun lalu, pengadaan fasilitas ini tidak dianggarkan. (B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here