Bangkitkan Semangat, Satukan Jiwa Bangun Negeri Tercinta

0
26
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Madiun menggelar dialog interaktif dengan mahasiswa Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan unsur pejuang 45 Madiun.

MADIUN – Zonadinamika.com. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Madiun menggelar dialog interaktif dengan mahasiswa Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan unsur pejuang 45 Madiun. Dialog yang mengambil topik “Bangkitkan Semangat, Satukan Jiwa Bangun Negeri Tercinta” dilangsungkan di Ruang Pertemuan I Kampus I Universitas PGRI Madiun. Senin (21/8/17).

Dialog interaktif wawasan kebangsaan yang digelar secara live by phone oleh RRI Madiun dihadiri sekitar 75 org terdiri dari mahasiswa Unipma dan unsur pejuang 45 Madiun, sangat tepat waktunya dengan memanfaatkan momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 tahun 2017.

Tampak hadir Kasdim 0803/Madiun Mayor Inf Meina Helmi, A.Md, Rektor Unipma Dr. H. Panji, M.Pd, Ketua Harian Badan Penerus Kebudayaan Kejuangan 45 Bapak Gandi Yunita dan Ibu Yuli Harfiah dari RRI Madiun selaku moderator.

Kasdim 0803/Madiun yang mendapat kehormatan mewakili Dandim 0803/Madiun sebagai narasumber pada kesempatan tersebut menjelaskan.

“Bahwasanya saat ini dan di masa mendatang harapan dan masa dapan bangsa Indonesia berada di pundak para pemuda-pemudi yang sedang tengah belajar saat ini dan merupakan tonggak harapan bangsa untuk bersaing dengan bangsa lain,” jelasnya.

Sementara, itu Rektor Unipma menututurkan, bangsa Indonesia mengalamai proxy war, yakni perang non militer tanpa alat-alat militer tetapi perang teknologi.

“Aksi Sara dan aksi bullying merupakan aksi adu domba yang merupakan bagian dari proxy war yang dilancarkan oleh pihak yang berkaitan dengan kepentingan politik. Namun sebagai bangsa yang cerdas kita harus mampu untuk menyaringnya dan cerdas untuk menyikapinya,” tuturnya.

“Pendidikan karakter, sampai hari ini materi pendidikan Pancasila yang menjadi kepribadian bangsa, di kampus lain sudah ditiadakan namun di Unipma masih tetap ada, karena Pancasila merupakan dasar dan menjadi karakter bangsa,” imbuhnya.

Ketua Harian Badan Harian Kejuangan 45 bapak Gandi Yunita, menuturkan  bahwasannya situasi seperti ini pernah terjadi di masa lampau, yakni masa penjajahan dengan aksi yang kurang lebih sama, yakni aksi adu domba dan kurang lebih sama dengan sekarang, namun dengan media yang lebih canggih.

Diselenggarakan dialog interaktif bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus bangsa, seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku terutama bagi anak muda, sehingga perlu adanya memberikan motivasi dan pemahaman. (mc0803).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here