Penolakan Dob Mapia Raya Terus di Kumandangkan

0
338

PAPUA, Zonadinamika.com. Ketua umum Tim Penolakan Kabupaten Mapia Raya Mudes Musa Boma, menyerukan atau mengumandangkan kepada segenap rakyat Mapia Papua untuk ‘perang’ melawan tolak pemekaran Mapia raya pada hari rabu (26/05/2016), ketua Tim Penolakan menegaskan, Mapia Raya merupakan agen ekonomi politik kolonial dan kapitalis yang melanjutkan cengkeraman dan eksploitasinya di teritori West Papua

Indonesia bersama Negara-Negara lain yang di seluruh dunia kata Mudes Musa Boma, dengan ingin nafsu eksploitasi yang melonjat tinggi akan menggeruk isi perut bumi Papua yang ada di wilayah MaaMapia ini yang kita kenal bahwa cadangan terbesar yang ada di seluruh dunia ini kama kita menolak degan tegas karana belum siap di segalah lini kita melihat.

“Mereka mengulangi pola kompromi antinya, tanpa melibatkan orang Papua itu akan terjadi di Mapia, akan menjarah dan merampok hak kedaulatan ekonomi rakyat West Papua, di wilayah mapia ” tulis Mudes Musa Boma.

“Tidak. Mahaisiswa, Iintelektual asasl Mapia Senioritas asal Mapia termasuk Rakyat West Papua tidak boleh diam dengan program pemekaran ini . Membiarkan berjuang pemekaran dan tidak ada mamfaat sama sekali bagi rakyat setempat nantinya akan beroperasi itu sama dengan membiarkan dan memelihara induk kejahatan yang telah menyangkal dan menghancurkan hak politik bangsa Pribumi Papua, dan melahirkan penidasan diatas teritori West Papua selama hampir setengah abad,” melalui pemekaran itu tegas Musa.

Menurut Musa, membiarkan Proses berjuan pemekaran itu sama dengan membiarkan kolonial Indonesia terus mencengkeram teritori West Papua bersama tim pemekaran Mapia Raya itu.

“Kami tegaskan adalah suatu bentuk hegemoni kapitalis global, yang tidak lain dan tidak bukan untuk memantapkan terhadap kapitalisme global,” tegas ketua Tim pemekaran itu.

Trik hegemoni ini, lanjut ketua Tim ini penolakan, sudah dan terus dialami bangsa-bangsa yang dijarah gurita kapitalisme global. “Pemekaran Ini suatu musibah kejam dan ancaman penghancuran rakkyat Mapia oleh kokohnya sistem kolonialisme dan kapitalisme global. Ini harus dilawan dan di tolak !,” tegas Ketua tim penolakan pemekaran Mapia Raya Mudes Musa Boma

Musa memperingatkan, bahwa konspirasi dari tim pemekaran dan Jakarta adalah lonceng kematian bagi Mapia dan seluru rakyat bangsa Papua maka dengan tegas kami tolak.

“Oleh sebab itu, seluruh orang Papua yang sementara berada dalam sistem kolonial dan kapitalis, mulai dari Gubernur, MRP, DPRP, Bupati, Walikota, dan para penguasa adat Papua, bahwa perang kita terhadap penguasa politik, pemekaran ekonomi global dan kolonialisme adalah mutlak hari ini, demi hari esok pasti,” tulis Musa lagi.

Ketua Tim penolakan menegaskan, pemekaran Mapia Raya harus di batalkan atau diberhentikan dari teritori West Papua tegasnya.

“Rakyat West Papua lebih khusus dari rakyat Mapia, pemuda, Mahasiswa, Tokoh agama, Adat ,peremuan, semua (OKP) segera bersatu membentuk kekuasaan politik dari rakyat, dengan mempererat simpul-simpul perlawanan. Kita tidak bisa lepas tangan, dalam kerapuhan, membiarkan pemekaran itu di mekerkan berarti kekayaan kita disedot dan dirampok. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak negeri yang sementara berada di dalam sistem kolonial diperbudak dan dijadikan patron ekonomi politik kolonial dan kapitalis. Pemekaran Ini sungguh musibah,” lanjutnya.

Musa Boma sebagai ketua tim penolakan, berjanji akan berdiri digaris yang paling depan untuk mengibarkan bendera perlawanan menolak Pemekaran itu terhadap kolonialisme dan kapitalisme global karena timnya itu bagian sah dari kapitalis. (Mudes Musa Boma)
PAPUA, Zonadinamika.com. Ketua umum Tim Penolakan Kabupaten Mapia Raya Mudes Musa Boma, menyerukan atau mengumandangkan kepada segenap rakyat Mapia Papua untuk ‘perang’ melawan tolak pemekaran Mapia raya pada hari rabu (26/05/2016), ketua Tim Penolakan menegaskan, Mapia Raya merupakan agen ekonomi politik kolonial dan kapitalis yang melanjutkan cengkeraman dan eksploitasinya di teritori West Papua

Indonesia bersama Negara-Negara lain yang di seluruh dunia kata Mudes Musa Boma, dengan ingin nafsu eksploitasi yang melonjat tinggi akan menggeruk isi perut bumi Papua yang ada di wilayah MaaMapia ini yang kita kenal bahwa cadangan terbesar yang ada di seluruh dunia ini kama kita menolak degan tegas karana belum siap di segalah lini kita melihat.

“Mereka mengulangi pola kompromi antinya, tanpa melibatkan orang Papua itu akan terjadi di Mapia, akan menjarah dan merampok hak kedaulatan ekonomi rakyat West Papua, di wilayah mapia ” tulis Mudes Musa Boma.

“Tidak. Mahaisiswa, Iintelektual asasl Mapia Senioritas asal Mapia termasuk Rakyat West Papua tidak boleh diam dengan program pemekaran ini . Membiarkan berjuang pemekaran dan tidak ada mamfaat sama sekali bagi rakyat setempat nantinya akan beroperasi itu sama dengan membiarkan dan memelihara induk kejahatan yang telah menyangkal dan menghancurkan hak politik bangsa Pribumi Papua, dan melahirkan penidasan diatas teritori West Papua selama hampir setengah abad,” melalui pemekaran itu tegas Musa.

Menurut Musa, membiarkan Proses berjuan pemekaran itu sama dengan membiarkan kolonial Indonesia terus mencengkeram teritori West Papua bersama tim pemekaran Mapia Raya itu.

“Kami tegaskan adalah suatu bentuk hegemoni kapitalis global, yang tidak lain dan tidak bukan untuk memantapkan terhadap kapitalisme global,” tegas ketua Tim pemekaran itu.

Trik hegemoni ini, lanjut ketua Tim ini penolakan, sudah dan terus dialami bangsa-bangsa yang dijarah gurita kapitalisme global. “Pemekaran Ini suatu musibah kejam dan ancaman penghancuran rakkyat Mapia oleh kokohnya sistem kolonialisme dan kapitalisme global. Ini harus dilawan dan di tolak !,” tegas Ketua tim penolakan pemekaran Mapia Raya Mudes Musa Boma

Musa memperingatkan, bahwa konspirasi dari tim pemekaran dan Jakarta adalah lonceng kematian bagi Mapia dan seluru rakyat bangsa Papua maka dengan tegas kami tolak.

“Oleh sebab itu, seluruh orang Papua yang sementara berada dalam sistem kolonial dan kapitalis, mulai dari Gubernur, MRP, DPRP, Bupati, Walikota, dan para penguasa adat Papua, bahwa perang kita terhadap penguasa politik, pemekaran ekonomi global dan kolonialisme adalah mutlak hari ini, demi hari esok pasti,” tulis Musa lagi.

Ketua Tim penolakan menegaskan, pemekaran Mapia Raya harus di batalkan atau diberhentikan dari teritori West Papua tegasnya.

“Rakyat West Papua lebih khusus dari rakyat Mapia, pemuda, Mahasiswa, Tokoh agama, Adat ,peremuan, semua (OKP) segera bersatu membentuk kekuasaan politik dari rakyat, dengan mempererat simpul-simpul perlawanan. Kita tidak bisa lepas tangan, dalam kerapuhan, membiarkan pemekaran itu di mekerkan berarti kekayaan kita disedot dan dirampok. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak negeri yang sementara berada di dalam sistem kolonial diperbudak dan dijadikan patron ekonomi politik kolonial dan kapitalis. Pemekaran Ini sungguh musibah,” lanjutnya.

Musa Boma sebagai ketua tim penolakan, berjanji akan berdiri digaris yang paling depan untuk mengibarkan bendera perlawanan menolak Pemekaran itu terhadap kolonialisme dan kapitalisme global karena timnya itu bagian sah dari kapitalis. (Mudes Musa Boma)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY