Ahok Vs Yusril di Pilgub DKI, Partai Mana Yang Mau Usung Yusril?

0
522

JAKARTA,Zonadinamika.com. Perpolitikan pasca pencalonan untuk menduduki DKI 1 semakin memanas, Sejumlah bakal calon berlombah-lombah saling menjatuhkan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.

Berbagai issu yang berusaha menjatuhkan ahok terus tumbuh subur, namun agaknya buat ahok tidak begitu di ambil pusing.
Namun dirinya (Ahok) merasa bangga bila bisa bertanding dengan ketua umum partai yaitu sebagai Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2017 antara Gubernur dengan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu.

“Saya berharap Yusril bisa ikut,” katanya di Balai Kota Jakarta, Senin (16/5).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan alasannya menantang Ketua Umum Partai Bulan Bintang tersebut. “Kalau bisa menang kan lumayan, bisa mengalahkan ketua umum partai,” katanya.

Untuk diketahui, Yusril memang telah menyatakan minatnya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan dia telah mendaftarkan diri ke beberapa penjaringan partai untuk mendapatkan dukungan.

Yang menjadi pertanyaan banyak pihak, ambisi sang pakar hukum tersebut hingga saat ini belum ada partai politik yang bersedia mengusungnya. Bila sampai di bukanya pendaftaran tapi tidak ada partai yang mau usung Yusril, waduh betapa malunya sang ketum partai ini.

*JANGAN JADI PENGECUT*

Basuki Tjahaja Purnama mengharapkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 berjalan dengan baik. Terutama untuk tidak adanya isu suku, agama dan antar golongan (SARA) serta fitnah, melainkan lebih mengutamakan kampanye program kerja.

Menurutnya, potensi pesaingnya dalam Pilkada DKI 2017 untuk menggunakan isu SARA sangat tinggi. Ahok juga mengklaim pesaingnya nanti tidak memiliki program ataupun rencana pembangunan Jakarta sebaik dirinya.

“Saya berharap siapapun yang jadi calon gubernur DKI, jangan menyebarkan isu pengecut atau isu fitnah. Ada suara saya barter uang dengan Agung Podomoro Rp 6 miliar untuk penertiban Kalijodo,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/5).

Untuk itu, mantan Bupati Belitung Timur ini meminta kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta bersikap netral. Karena dia meyakini pada pesta demokrasi selanjutnya akan banyak hal yang perlu dicermati.
“Makanya saya yakin Bawaslu akan banyak pekerjaan tahun ini,” tutupnya. (an)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY