Segitiga Pertumbuhan, Kupang-Dili-Darwin. (NKRI HARGA MATI, Yang Lain MATI HARGA)

0
440

Atambua – Zonadinamika.com, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia Thomas Lembong. Sabtu, 28/11/15.

Ketika ditanya Media soal keterbelakangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lebu Raya mengatakan, NTT dikenal sebagai daerah tertinggal dan bukan daerah miskin kini sudah memiliki kemajuan yang sangat pesat dari tahun ke tahun.
“Miskin itu sudah lalu, Kedepan NTT tidak miskin lagi.” Kata Gubernur.

Menurutnya bukti dari kemajuan tersebut yakni hadirnya KFC di Belu dan tentunya melalui survey yang kucup alot sehingga dinyatakan layak.

Lanjut Gubernur, bahwa hal yang sering ia sebut dengan Kawasan Segitiga pertumbuhan yakni Kupang-Dili-Darwin artinya Indonesia-Timor Leste-Australia, sebab NTT merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah yang harus dilihat sebagai peluang.
“Potensi kita yakni peternakan, ada jagung dan cabe.” Tuturnya.

Pertumbuhan Ekonomi di NTT jauh lebih tinggi dari perekonomian Nasional yaitu 5,11 % di triwulan ketiga, juga tingkat inflasi yang terendah dari tingkat inflasi Nasional, sehingga perlu adanya semangat kerja dari pemerintah untuk merubah provinsi ini lebih baik lagi.
“Kalau saya dapat laporan pihak mana yang lambat dan ada yang tidak mau kerja saya akan copot jabatannya.” Tegas Gubernur.

Gubernur mengajak pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memberi peluang usaha buat pengusaha untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Belu, sehingga pengusaha tidak lagi memperebutkan proyek kecil tetapi jauh lebih besar mereka bisa membuka peluang usaha demi kemajuan daerah perbatasan.
“Sekarang daerah perbatasan ini kelihatan seksi, ada potensi di daerah ini harus kita olah dahulu baru kita kirim keluar ke daerah lain.” Ungkap Lebu Raya.

Selain itu, Penjabat Bupati Belu, Wilhelmus Foni, mendorong perekonomian di Belu sebagai kawasan free thread zone
dan menjadi model pembangunan di provinsi Nusa Tenggara Timur.

“NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika adalah Harga Mati dan yg lain Mati Harga.” Jelas Penjabat. (Nus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here