Direktur Ditreskrimsus Poldasu Kumpulkan Barang Bukti Jerat Bupati Nisel

0
483

Medan,Zonadinamika.com. Untuk membuktikan keterlibatan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi dalam kasus dugaan korupsi Balai Benih Induk senilai 9,9 Miliar poldasu masih terus menyelidikinya.

Direktur Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Ahmad Haydar yang ditemui wartawan, Kamis (1/10) lalu mengatakan bahwa kasus ini masih terus ditindaklanjutinya dan belum dihentikan.

Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan barang bukti untuk menjerat Idealisman Dachi.”Kita sekarang sedang pulbaket, kan tidak mungkin kalau kita tetapkan tersangka tidak ada bukti-buktinya,” ujarnya.

Selain itu Haydar mengaku bahwa untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan memerlukan proses waktu yang panjang,apalagi jika keterlibatan kasus tersebut menyeret seorang pejabat negara.

“Pemeriksaan kasus korupsi ini banyak prosesnya, kita tidak semudah itu langsung menetapkan tersangka, apalagi memeriksa seorang Bupati harus meminta izin dari Presiden ataupun Mabes Polri,

Sementara Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi (Laki) Nisel Delisama Nduru yang dihubungi wartawan melalui telephon seluler, mengatakan bahwa Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu jangan memperlambat proses penanganan kasus BBI.

“Laki minta Ditreskrimsus Poldasu jangan perlambat proses penanganan kasus BBI yang melibatkan Bupati Nisel Idealisman Dachi,” ujarnya.

Selain itu Delisama Nduru mengatakan seharusnya Poldasu segera menetapkan Idealisman Dachi sebagai tersangka, dan segera menuntaskan kasus tersebut.

“Laki minta segera tetapkan Idealisman Dachi sebagai tersangka baru dalam kasus Balai Benih Induk yang rugikan negara Rp 9,9 Miliar karena kasus BBI sudah masuk penyidikan tahap III yang harusnya idealisman Dachi layak untuk ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Selain itu menurut Idealisman Nduru, pihaknya mendapat kabar, untuk menjerat Bupati Nisel, Anggota Banggar DPRD Nisel sudah siap diperiksa Poldasu sebagai saksi

“Anggota Banggar DPRD Kabupaten Nisel sudah siap diperiksa sebagai saksi dalam kasus pidana korupsi BBI, agar kasus ini cepat tuntas,” ujarnya.

Untuk diketahui,pada APBD tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) menganggarkan Rp 15 miliar untuk pembelian lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan perkantoran dan berbagai sarana dan fasilitas umum di Kabupaten tersebut. Namun para terdakwa mengalihkan anggaran itu dengan mengadakan lahan Balai Benih Induk (BBI).

Lahan yang dibeli untuk BBI itu seluas 6 hektar lebih dari Firman Adil Dachi.Sementara pada 6 bulan sebelumnya, Firman Adil Dachi adik Bupati Nisel telah membeli tanah itu dengan harga Rp 850 juta dari sejumlah masyarakat. Tetapi, adik Bupati Nisel itu malah menjual lahan itu ke Pemkab Nisel dengan harga sebesar Rp 11,3 miliar.

Dalam kasus ini, selain Feriaman Sarumaha,Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Selatan,Asa’aro Laia juga telah divonis 5 tahun penjara dan Firman Adil Dachi juga divonis 7 tahun penjara dan bayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.(zd)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY