Israel Protes, Indonesia Sabut Baik Pengibaran Bendera Palestina di Markas PBB

0
766

Palestina, Zonadimanika. Pemerintah Israel pecan beberapa waktu lalu menyampaikan keluhan kepada PBB terkait inisiatif Palestina untuk mengibarkan bendera mereka bersama negara-negara anggota di kantor pusat PBB.

Saat ini, hanya bendera negara anggota yang berkibar di depan gedung markas PBB. Meski 193 negara anggota PBB menyetujui pengakuan de facto kedaulatan Palestina pada 2012, upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB belum juga berhasil. Dalam PBB, Palestina disebut sebagai negara non-anggota.

Namun, bendera Palestina dan Vatikan, dua negara non-anggota PBB, bisa segera berkibar di markas PBB.

Majelis Umum PBB akan melakukan jajak pendapat pada 10 September mendatang soal resolusi Palestina yang menyatakan bendera negara non-anggota “seharusnya dapat berkibar di Markas Besar PBB, seperti negara-negara anggota penuh PBB.”

Duta Besar PBB untuk Israel, Ron Prosor menulis surat keluhan tentang inisiatif Palestina tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden PBB tahun ini dari 193 negara Majelis Umum, Sam Kutesa dari Uganda.

“Selama 70 tahun, PBB hanya mengibarkan bendera negara anggota penuh,” kata Prosor dikutip dari Reuters, Selasa (1/9).

Sementara Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Desra Percaya mengatakan, Indonesia menyambut baik hasil resolusi tersebut
“Peran Indonesia tersebut adalah wujud amanat konstitusi UUD 1945 yang menjadi prinsip dalam memperjuangkan hak yang sah dan penuh bagi Palestina untuk bebas dari pendudukan Israel. Termasuk untuk mendapatkan pengakuan secara adil sebagai sebuah bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya di dunia,” ujar Desra melalui keterangan pers pada Jumat (11/9)

“Perjuangan bagi Palestina ini dilakukan melalui resolusi yang berjudul “Raising the flags of non-member observer states at the United Nations”. Dari relosui itu, 119 negara menyatakan dukungan, sebanyak 45 abstain, dan 8 menolak berkibarnya bendera Palestina. Di antaranya yang menolak adalah Amerika Serikat dan Israel”.

Menurut Desra, Indonesia telah dari awal memutuskan untuk menjadi salah satu co-sponsor. Dia mengatakan, Sekjen PBB akan diberi waktu 20 hari untuk melaksanakan amanat resolusi, yaitu mengibarkan bendera non-member observer state di Markas Besar dan kantor-kantor PBB lainnya. Termasuk bendera Palestina dan Tahta Suci Vatikan sebagai dua negara dengan status peninjau di PBB.

“Ini sejarah baru dan diharapkan bisa mendorong pengakuan Palestina sebagai anggota penuh PBB,” kata Desra dikutip dari m.jpnn.com.
Indonesia mengharapkan pengibaran bendera Palestina di PBB sekaligus menjadi penentu nasib penyelesaian konflik negara itu dengan Israel. (Reuters/ jpnn/Bernardo Boma)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY