Gempita Kembali Gelar Aksi Terkait SP3 Kasus Dugaan Korupsi pada Pengadaan Lahan RSUD Nisel

0
467

MEDAN,Zonadinamika.com. sekira pukul 11.00 Wib) di Kejatisu. Dalam aksinya Gempita menyampaikan sikapnya atas SP3 kasus tersebut adalah cacat hukum.

Mendesak Kajatsu M. Husni untuk dapat memberikan penjelasan terkait SP3 tersebut. Aksi semakin panas pada saat Kajatisu tidak hadir ditengah-tengah masa aksi, masa aksi memaksa masuk dengan menguncang pagar Kejatisu dan membakar ban, tidak lama kemudian Kasipenkum Kejatisu mencoba menemui peserta aksi, dalam orasinya yang dipimpin oleh Bayu dari SATMA GEMPITA (KESATUAN MAHASISWA) SUMUT mengatakan Gempita menolak calon pimpinan daerah yang sudah ditetapkan tersangka, dan menyatakan bahwa SP3 tersebut cacat hukum serta Kajatisu harus segera menyeret para tersangka ke meja hijau.

Kasipenkum Kejatisu tidak mampu memberikan jawaban dan kembali kedalam kantor Kejatisu tanpa mampu menyampaikan apapun. Karena belum mendapatkan hasil kembali masa aksi menguncang pagar Kejatisu situasi semakin panas, tidak lama berselang salah seorang oknum pengamanan menyampaikan kepada peserta aksi bahwa pihak kejatisu melalui Wakajatisu mau menemui perwakilan dari peserta aksi.

Seketikan para peserta aksi yang mewakili masuk kedalam kantor kejatisu, akan tetapi pihak peserta aksi diajak keruangan Kasipenkum Kejatisu Chandra, dengan rasa kecewa perwakilan peserta aksi menyampaikan kekecewaan mereka atas SP3 tersebut cacat hukum dan juga merasa ditipu atas kedatangan mereka kedalam kantor kejatisu ini dimana semula disampaikan akan menemui wakajatisu tetapi kenyataannya itu semua bohong.

Sempat terjadi ketegangan didalam ruang kerja chandra, seketikan pimpinan perwakilan bung Sabarman Zalukhu aksi menolak semua yang disampaikan chanda purnama dengan mengatakan”kami diajak kedalam kantor ini tadi untuk ketemu dengan wakajatisu, tapi mana wakajatisu, kalian berbohong kepada kami,katanya wakajatisu mau bertemu, jadi tidak ada yang perlu dibahas klu sudah begini caranya, mari kawan-kawan kita keluar saja, mereka tidak jujur kepada kita tegas bung sabarman zalukhu, sementara chandra purnama meminta maaf kepada peserta aksi.

Setelah itu masa kembali melakukan aksinya di depan kejatisu, setelah kurang lebih tiga jam melakukan aksi tanpa satupun pihak kejatisu berani menyampaikan jawabannya secara terbuka kepada peserta aksi, pukul 14.00 wib kemudian mereka bergerak ke DPRDSU, demikian juga di DPRDSU sempat terjadi ketengangan akibat lamanya delegasi dari DPRDSU menemui peserta aksi, pintu DPRDSU juga hampir saja dirobohkan oleh peserta aksi yang berjumlah puluhan orang tersebut.

Namun tidak lama kemudian Pihak DPRDSU keluar menemui peserta aksi, dalam orasinya yang disampaikan oleh bung sabarman zalukhu mengatakan kami meminta DPRDSU untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan tupoksinya, yakni memanggil dengan segera Kajatisu atas SP3 kasus dugaan korupsi Pengandaan Lahan RSUD Nisel yang cacat hukum bila perlu DPRDSU mengeluarkan rekomendasinya agar diambil alih oleh KPK RI.

Dan juga kami menyampaikan satu set berkas dokumen terkait kasus tersebut yang diserahkan oleh bung Delisama Ndruru mewakili DPW Gempita Sumut, pihak DPRDSU melalui Choki Nasution dan Surtisno Pangaribuan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi ini, setelah itu DPRDSU bersama masa aksi mengirim pernyataan sikap kepada Kajagung RI melalui humas DPRDSU dan masa membubarkan diri.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here