Polda Aceh Diminta Hentikan Kriminalisasi 2 Wartawan

0
226

LHOKSEUMAWE,Zonadinamika.com – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Aceh meminta Polres Lhokseumawe, Polda Aceh, untuk menghentikan proses penyidikan dan membatalkan penetapan tersangka bagi dua wartawan media online beritaatjeh,net Mawardi dan Umar Effendi.

Menurut keterangan tertulis Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Wilson Lalengke, pihaknya menolak kriminalisasi dan membatasi hak anggota masyarakat, baik sipil maupun militer untuk mengeluarkan buah pikiran, pendapat, gagasan, informasi/data atau aspirasinya dan mempublikasikannya melalui media apapun, baik berbentuk tulisan, gambar/foto, grafik, maupun gambar bergerak (video).

“PPWI mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk menghentikan proses penyidikan dan penetapan sebagai tersangka tindak pidana terhadap wartawan Mawardi dan Umar Effendi, dan segera menindak-lanjuti laporan invesitgasi berbentuk berita yang ditayangkan di media online dimaksud, demi mewujudkan kepastian hukum atas kasus yang dipersoalkan dan memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ujarnya, Senin (7/9).

Mereka juga mendesak Pimpinan DPR Aceh dan Partai Aceh untuk melakukan investigasi dan memanggil anggota DPR Aceh, Azhari alias Cage sebagi pelapor dalam aksus tersebut terkait dugaan tindakan yang dilakukannya atas dugaan pelanggaran Hukum Islam, yakni kewajiban menunaikan Sholat Jumat sebagaimana digariskan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, sumber hukum yang berlaku di Provinsi Aceh.

Kasus tersebut bermula di saat hari Jum’at tanggal 24 April 2015 sekitar pukul 12.30 WIB, wartawan media online Berita Atjeh, Mawardi, memergoki Anggota DPR Aceh dari Partai Aceh yang berinisial AI (Red – Azhari alias Cage) bersama dua wanita cantik di salah satu hotel di Kota Lhokseumawe. Diduga, Azhari sudah menginap di kamar hotel beberapa hari lalu dan memesan beberapa kamar.

Usai waktu shalat Jumat, Azhari turun dari lantai 2 hotel namun tidak bersamaan dengan dua wanita tersebut karena sudah diberitahu kalau ada rekan media yang menunggu di lobi hotel. Saat Azhari tiba di lobi hotel, Mawardi sempat melakukan komunikasi sesaat dengan Azhari, tapi ia tidak melayani satu katapun dan langsung masuk ke dalam mobil bersama wanita cantik yang mendampinginya.

Atas temuan keberadaan anggota DPR Aceh yang tidak sholat Jum’at dan justru bersama wanita-wanita cantik di hotel hari itu, kemudian dipublikasikan di media online Berita ATJEH pada tanggal 27 April 2015 sekitar pukul 07.20 WIB, dengan judul berita: “Diduga” Anggota DPR Aceh Booking Beberapa Kamar Hotel Bersama Dua Wanita Cantik. (http://www.beritaatjeh.net/2015/04/diduga-anggota-dpr-aceh-booking.html?m=1)

Pada tanggal 04 Mei 2015, Azhari melaporkan pemberitaan tersebut ke Polres Lhokseumawe, dengan nomor surat laporan/174/V/2015/aceh/reslsmw, dengan tuduhan kasus pencemaran nama baik. Polisi kemudian memanggil kedua wartawan Berita ATJEH ini sebagai tersangka melanggar pasal 27 ayat (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik.(zd)

sumber:wol

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY