Pekerja Harian Lepas Dinas Kebersihan DKI di Palak Rp 100.000 per orang.

0
250

JAKARTA,Zonadinamika.com. Pemalakan atau penngutipan upah Pekerja Harian Lepas (PHL) yang dilakukan oleh oknum pegawai Dinas Kebersihan DKI Jakarta di nilai sangat tidak pantas. Praktek pemalakan itu ternyata sudah tercium oleh Gubernusr DKI berdasarkan laporan yang dia terima.

Pemalakan tersebut disampaikan Basuki saat menghadiri pembukaan Gerai Layanan Terpadu di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (1/9). Sebagai tindak lanjut, ia pun akan melaporkan oknum pegawai tersebut kepada kepolisian

“Saya laporkan oknum Dinas Kebersihan yang masih mungutin, potong (gaji) pegawai harian lepas. Laporan ini akan diproses polisi karena kami sudah bekerjasama dengan Polda Metro Jaya,” katanya.

Basuki melanjutkan, oknum PNS yang masih memanfaatkan anggaran untuk kepentingan yang tidak sesuai juga akan diproses oleh Inspektorat DKI supaya dijatuhi sanksi tegas. Sanksi tersebut berupa pemecatan sebagai PNS DKI.

“Harusnya mereka tidak boleh dipotong lagi, karena sebelumnya mereka dapat honor di bawah UMP. Jadi mandor-mandor itu manfaatin PHL,” katanya.
Ia mengatakan, para pekerja itu mendapatkan ancaman dari para mandor, yang apabila mereka tidak mau dipotong gajinya, maka tidak diperbolehkan bekerja. Karena ancaman seperti itulah yang menyebabkan mereka ketakutan sehingga tidak bisa berbuat apapun.

Mandor-mandor itu pun, katanya, nantinya akan menyetor potongan gaji kepada oknum PNS DKI. Oleh karena itu, ia juga meminta supaya para PHL ikut melaporkan pelanggaran yang dilakukan semacam itu.

“Karena banyak juga PHL yang malas. Dia sebenarnya nggak masuk, main potong-potongan. Begitu bagian nggak merata, dia teriak nih. Ini juga belum tentu orang jujur loh. Bisa juga dia orang yang memang nggak kerja sesuai wilayahnya,” ujar Basuki. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here