Jukir liar Menjamur di Kota Batam Dishub Tutup Mata.

0
408

parkirBATAM-Zonadinamika.com. Masyarakat sangat resah menjamurnya jukir tanpa seragam ,hampir di setiap sudut maupun di tengah-tengah perkotaan terlihat petugas parkir tidak menggunakan seragamnya.Bahkan para jukir saat menggunakan pekerjaannya sehari-hari saat melakukan pungutan terhadap pengguna kenderaan tidak tampak apapun seperti kartu pengenal yang di terbitkan Dinas perhubungan.Apakah ini termasuk petugas jukir yang resmi atau ilegal hal sangat meresahkan masyarakat ,apalagi saat mereka melakukan pungutan sering tidak memberikan karcis,dengan dalih “karcis habis”.

Sepertinya Dinas perhubungan kota Batam terkesan melakukan pembiaran ,sudah jelas-jelas jukir tidak menggunakan seragam tidak pernah melakukan pembenahan.Akibatnya sering terjadi benturan di lapangan bersama masyarakat,contohnya sewaktu pengguna kenderaan hendak memarkirkan kenderaannya sang jukir tidak terlihat , tapi saat pemilik kenderaan hendak keluar jukir dengan tiba-tiba muncul dan meminta bayaran retribusi parkir.

Jumlah jukir di kota Batam saat ini patut di pertanyakan,di duga Dinas perhubungan kota Batam dengan sengaja tidak memberikan seragam parkir sesuai dengan jumlah quota yang sebenarnya.Dari informasi yang di himpun awak media ini di lapangan meski selama ini mereka tidak mendapatkan seragam parkir maupun kartu pengenal anggota jukir setoran setiap hari di pungut oleh petugas korlap,lalu kemanakah uang pungutan dari para jukir tanpa seragam parkir maupun kartu pengenal jukir di setorkan ?

Dari hasil investigasi dan penelusuran awak media ini di lapangan di sejumlah lokasi parkir,di antaranya :Batu Aji,Nagoya ,Jodoh ,Bengkong,Seipanas dan Batam Centre para petugas jukir tidak seluruhnya menggunakan seragam parkir.Apakah para petugas jukir dengan sengaja tidak memakainya atau memang Dinas perhubungan tidak memberikan kepada petugas jukir? Salah satu petugas jukir yang tidak mau di publikasikan namanya kemedia mengatakan.

“Dinas perhubungan sangat sulit memberikan seragam parkir,bahkan kami sebagian besar para jukir memesan sendiri kepada tukang penjahit pakaian dengan harga Rp.150 ribu.Sepertinya Dinas perhubungan kota Batam terkesan melakukan diskriminisasi kepada sesama juru parkir.Kenapa sebagian orang jukir di berikan seragam parkir sebagian lagi di biarkan begitu saja dengan menggunakan baju bebas.Pada hal setoran parkir selalu di harapkan ada kenaikan,bagaimana mungkin masyarakat bisa memberikan uang parkir dengan senang hati dan wajah senyum karena mereka menganggap kami petugas parkir tanpa setoran.

Harapan kami tolong Dinas perhubungan setiap hari melakukan peninjauan maupun patroli kelapangan bagaimana sulitnya kami meminta uang parkir kepada pemilik kenderaan,jangan setoran di tekan terus…sementara seragam parkir tidak pernah di berikan untuk menyatakan legalitas kami itu resmi ,jelasnya.

Salah satu warga Taman Buana Erni saat di konfirmasi media ini mengatakan Masyarakat mengharapkan kepada Dinas perhubungan kota Batam,maraknya juru parkir tanpa seragam semestinya di lakukanpembenahan seragam,kartu identitas dan jumlah petugas jukir di setiap lokasi yang dapat di lihat oleh masyarakat secara umum.

Selama inikan petugas jukir terlihat di mana-mana ,di mana bangunan ruko, pertokoan maupun supermarket yang baru di buka petugas jukir secara langsung sudah ada.Dinas perhubungan seharusnya punya komitmen kepada masyarakat kota Batam terkait pengelolaan perparkiran ,salah satunya jukir dengan menggunakan baju biasa ,bagaimana masyarakat meyakini pemberian retribusi parkir yang di tagih sang jukir di pastikan di setorkan ke Dinas pendapatan Daerah.

Dinas perhubungan harus berani dan punya komitmen kepada masyarakat kota Batam”jika ada orang mengatasnamakan petugas jukir tanpa menggunakan seragam parkir masyarakat tidak perlu melayani dan memberikan apapun.Hanya saja Dinas perhubungan kota Batam terkait pengelolaan parkir di kota Batam terkesan setengah hati,jelasnya.

Sementara saat awak media ini mendatangi kantor Dinas perhubungan kota Batam ,prihal konfirmasi menanyakan jukir tanpa seragam salah satu pejabat yang tidak mau di publikasikan namanya menjelaskan “bahwa seragam parkir di berikan bagi yang tidak mengalami tunggakan setoran ke Dinas perhubungan.

Banyak para jukir setorannya menunggak nilainya bukan sedikit mau satu lokasi lahan parkir mengalami tunggakan sampai jutaan bahkan puluhan juta/tahun.Mau tak mau kan itu harus di lunasi kalau ingin mendapatkan seragam parkir dari Dinas perhubungan,bahkan sampai saat ini masih banyak yang sama sekali para jukir tidak pernah melakukan cicilan pembayaran setoran yang tertunggak,jelasnya.Toni.S/SS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here