Pemberdayaan Remaja Masjid Oleh Dandim 0806/Trenggalek

0
27
Diklat Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Remaja Masjid dan Mushola dengan tema “Bela Negara dan Bahaya Radikalisme” Bertempat di Gedung Diklat BKD Jl. Brigjen Soetran No. 1 Trenggalek, Rabu (23/08/17).

TRENGGALEK-Zonadinamika.com. Negara adalah sekumpulan masyarakat dengan berbagai keragaman. Bangsa merupakan kelompok manusia yang punya identitas.

Dan Fungsi negara melaksanakan ketertiban dan bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan pancasila. Sedangkan Unsur dasar bela negara adalah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, pancasila sbg ideologi negara, Rela berkorban utk bangsa dan negara, Memiliki kemampuan awal bela negara.

Demikian yang disampaikan oleh Dandim 0806/Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro pada Diklat Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Remaja Masjid dan Mushola dengan tema “Bela Negara dan Bahaya Radikalisme” Bertempat di Gedung Diklat BKD Jl. Brigjen Soetran No. 1 Trenggalek, Rabu (23/08/17).

Lebih Lanjut Dandim menyampaikan bahwa Pancasila adalah 4 konsensus dasar bangsa antara lain Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila merupakan paham yang didasarkan atas kesadaran kebangsaan yang kuat, esensi nilai” Pancasila mengandung nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan dan keadilan.

Selain itu Partisipasi dalam usaha bela negara adalah Siskamling, juga ikut serta menanggulangi akibat bencana alam, mengatasi kerusuhan massal dan konflik komunal, menjaga kamtib lingkungan, mengabdi dengan tulus dan ikhlas sesuai profesi, belajar dengan giat serta patuh dan taat kepada hukum.

Sementara itu Indonesia ditengah tantangan global, Neoliberal kapitalisme, gerakan islam radikal, Sosialisme Generasi Muda mempunyai peran yang sangat penting dalam menghadapi tantang tersebut. Konflik elit yang berkepanjangan, krisis ekonomi yang tidak terselesaikan, pudarnya wawasan kebangsaan dan nasionalisme, tidak berperannya ideologi sebagai pemersatu bangsa, akan mempermudah masuknya faham yg ingin mengganti pancasila yang Statis dan Destruktif, tegas Bayu.

Faktor penyebab munculnya rafikalisme adalah faktor sosial politik, keagamaan, kultural, ideologi anti westernisme, kemiskinan dan tidak keadilan. Untuk itu sebagai Bangsa Indonesia mari kita junjung nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, pungkas Dandim.

Hadir pula dalam  kegiatan tersebut Kasubag Pemberdayaan Bapak. Imam Mukholid, SE. M.Si.(fery)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here