Kelompok Pedagang Pasar Sampaikan Aspirasi ke Gedung Komisi DPRD Kep. Selayar

0
279

warga selayar

SELAYAR,Zonadinamika.com. Perwakilan pedagang pasar kembali mendatangi gedung komisi DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka pasca dilakukannya realokasi pedagang ikan dan sayur yang sebelumnya menempati ex. Pasar lama kota Benteng.

 

Kedatangan rombongan perwakilan PKL yang terdiri atas 20 orang pedagang sayur dan ikan ini diterima oleh enam tim penerima aspirasi dari Komisi 3 DPRD Kepulauan Selayar yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi 3,  Syamsul Bachri dengan masing-masing anggota tim terdiri dari, H. Suadi, Yesril Laoh, Muh. Sukri, H. Dg. Mangitung, dan Hj. Norma Syahrir Wahab.

 

Tim penerima aspirasi didominasi oleh anggota DPRD dari Dapil 3 Kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate. Rombongan pedagang pasar mendatangi gedung DPRD untuk meminta kebijakan agar mereka dapat kembali menempati ex. Pasar lama kota Benteng sebagai lokasi berdagang sayur dan ikan pada sore hari.

 

Dihadapan tim penerima aspirasi, para pedagang berjanji hanya akan menempati lokasi ex. Pasar tua kota Benteng selama dua jam, terhitung sejak dari pukul 14.00-18.00 Wita. Selain menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD, para pedagang juga turut menagih janji aparat satuan polisi pamong praja yang telah merealokasi mereka ke pasar Sentral Bonea.

 

Kami datang, untuk menagih janji aparat satpol pp yang akan mengembalikan kami ke pasar lama, bila dagangan kami tidak laku terjual di pasar sentral Bonea, cetus  Sitti, salah seorang perwakilan pedagang sayur wanita berusia rentah dihadapan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar.

 

Saat direalokasi oleh aparat satuan polisi pamong praja kami diminta untuk bersabar dan mencoba berdagang di pasar Sentral Bonea selama setahun dengan catatan, bila dagangan kami tidak laku terjual di pasar baru, kami akan dikembalikan ke lokasi pasar lama, ujarnya menirukan ucapan anggota Satpol PP yang melakukan eksekusi.

 

Hari ini, kami sudah genap setahun menempati pasar sentral bonea namun dagangan kami tetap tidak laku terjual. Oleh karenanya, kami minta dikembalikan ke pasar lama dan diberikan keleluasaan berdagang selama beberapa jam habis shalat Ashar sampai menjelang shalat magrib.

 

Selama setahun berdagang di pasar Sentral Bonea, Sitti mengaku rugi karena sangat sulit mendapatkan uang dari hasil penjualan sayur yang dijajakannya. Keluhan ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang. Namun sebaliknya, pembeli juga ikut mengeluhkan persoalan akses pasar sentral bonea yang dirasakan terlalu jauh.

 

Selain jarak Pasar Sentral Bonea yang terlalu jauh pembeli juga cenderung sepi sehingga pedagang juga kerap sama sekali tidak mendapatkan uang. Dalam sehari, Sitti mengaku hanya bisa mendapatkan uang seribu rupiah dari hasil penjualan sayur sejak dari pagi hingga pukul 14.00 wita.

 

Dalam kaitan itu, para pedagang ikan dan sayur ini mendesak anggota DPRD Kepulauan Selayar untuk kembali dibiarkan menempati lokasi ex. Pasar lama.

 

Lebih jauh, perwakilan pedagang juga ikut menagih janji politik tim sukses salah seorang caleg yang beberapa waktu lalu sempat meminta bantuan dukungan dari para pedagang ex pasar lama dengan disertai iming-iming uang. Para pedagang juga dijanjikan kelonggaran untuk tetap dapat menempati lokasi ex. Pasar lama.

 

Alhasil, para pedagangpun ramai-ramai memberikan dukungannya tanpa harus diberikan uang. Mereka hanya berharap dapat tetap menempati lokasi ex. Pasar lama sebagai tempat berjualan sayur dan ikan.

 

Namun sayang, karena janji sang caleg tinggallah sekedar isapan jempol belaka. Terbukti, setelah yang bersangkutan mendapatkan dukungan dan berhasil menjadi anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, para pedagang yang telah memberikan dukungannya dengan mudah dilupakan  Bahkan tidak berselang lama setelah pemilu legislatif, para pedagang akhirya digusur aparat satuan polisi pamong praja.

Para pedagang mengaku kecewa, karena setelah berhasil duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar caleg yang mereka dukung justeru  sama sekali tidak memperhatikan nasib pedagang kecil.

 

Sebelum digusur oleh satuan polisi pamong praja, para pedagang sempat diberikan diberikan harapan untuk menempati lokasi milik H. Ali Gandong. Namun hanya berselang sehari setelahnya, janji tersebut kembali diralat dengan alasan, pemilik lahan yang tidak memberikan izin kepada para pedagang untuk berjualan di atas lahan dimaksud. Kelompok pedagang harus kembali menanggung rasa kecewa lantaran merasa ditipu dan dipermainkan oleh anggota satuan polisi pamong praja, saat akan melakukan upaya realokasi terhadap para pedagang. (fadly syarif)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY