Wenseslaus Terpilih Jadi Ketua Media Siber

0
36
Wenseslaus/istimewa

JAKARTA – Zonadinamika.com. Kongres pertama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menetapkan Wenseslaus Manggut sebagai ketua umum setelah proses musyawarah yang penuh suasana kekeluargaan tanpa pemungutan suara, Selasa (22/8) malam.

Wens, nama panggilan pemimpin redaksi Merdeka.com itu, menyatakan menerima mandat yang diberikan untuk memimpin AMSI selama tiga tahun ke depan.

Dia sebelumnya menjabat sebagai ketua presidium ketika AMSI dideklarasikan pada 28 April 2017 sampai digelarnya kongres perdana.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Saya terima dengan pertimbangan bahwa saya tidak sendirian dan saya bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang siap bekerja keras,” kata Wens di lokasi kongres, Hotel Akmani, Jakarta.

Sebelumnya peserta kongres mengusulkan dua nama sebagai calon ketua, yaitu Wenseslaus dan Pemimpin Redakso Tirto.id Sapto Anggoro. Dalam suasana kekeluargaan, pemimpin sidang Wahyu Djatmiko (Tempo.co) meminta dua orang tersebut berembuk dan akhirnya Wens yang menjadi ketua.

“Saya tahu Wens paham betul dengan bisnis ini. Kita pernah di satu perusahaan, tampaknya dia memang cocok untuk memimpin asosiasi ini,” kata Sapto, yang kemudian terpilih menjadi Ketua Dewan Pertimbangan AMSI.

Kongres juga mengusulkan sejumlah nama untuk Majelis Etik, namun belum diputuskan menunggu kesediaan orang yang ditunjuk.

Dalam kesempatan yang saman, Ketua Umum Presidium Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut menyampaikan lahirnya AMSI pada 18 April 2017 lalu salah satunya didasari karena maraknya peredaran berita hoax dan fake news. Untuk itu, media online perlu bersatu untuk membereskan konten-konten negatif tersebut. Sebab masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu atau segelintir media online saja.

“Begitu banyak konten hoax dan fake news, namun justru konten seperti itu yang banyak di-share daripada yang benar. Maka membereskan konten hoax dan fake news ini tidak bisa media sendirian, tetapi media harus menghimpun diri,” ujar Wenseslaus Manggut di acara kongres pertama AMSI, di Jakarta, Selasa (22/8).

Seberapa pun besarnya himpunan media tersebut, menurut Wenseslaus, asosiasi media juga harus bekerja sama dengan lembaga lain, mulai Dewan Pers hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Kerja sama juga harus dijalin dengan media sumber konten, dengan teman-teman di microblog seperti Twitter dan Facebook yang ada di muara sebelum konten disebarkan. Semuanya harus bekerja sama untuk mengatasi masalah itu. Di situlah perlunya regulasi. Kalau tidak mau rumah digital kita banyak tikusnya, maka rumah digital harus dibersihkan,” tuturnya.

Wenseslaus juga menyoroti banyaknya media lokal di daerah yang didirikan hanya dengan modal seadanya. Padahal sebetulnya mereka prudent dari sisi regulasi jurnalisme. “Di dunia digital ini, banyak sekali start up media yang didirikan oleh teman-teman dengan modal bambu runcing, modal seadanya. Di daerah itu banyak sekali, didirikan dengan modal Rp 20 juta, Rp 50 juta,” kata dia.

Jika media start up seperti ini diatur dengan regulasi ketat, akan tercekik sebelum berdiri. Karenanya, AMSI berharap setiap regulasi yang disusun oleh pemerintah, maka perlu mendegar masukan AMSI. “Start up di daerah itu kalau kita lihat mereka prudent secara jurnalisme, tetapi tidak prudent secara modal. Kami punya kepentingan menjaga kelompok ini,” tutur Wenseslaus.

(B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here