Tim Pusjatan Teliti Ruas Jalan Ende-Maumere Km 17, Provinsi Nusa Tenggara Timur

0
463

longsor

BANDUNG,Zonadinamika.com. Paska terjadinya musibah longsor pada ruas Jalan Ende-Maumere Km 17, Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka Pada Hari Jumat Tanggal 13 Maret 2015, Tim Pusjatan melakukan kunjungan lapangan terkait permohonan advis teknik penanganan longsoran di Ruas Jalan Ende-Maumere  Km 17 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada Umumnya Ruas Jalan Ende Maumere menyusuri jalan terain pegunungan perbukitan  dengan sudut kemiringan lereng batuan yang curam.

Longsoran Pada Km 17 terjadi pada hari Minggu tanggal 8 Maret 2015 menyebabkan terputusnya akses Jalan Ende-Maumere. Kejadian longsor tersebut diakibatkan antara lain oleh kondisi kestabilan lereng/aspek geoteknik dan kondisi struktur batuan/geologi, Selain itu terjadinya gempa pada tanggal 28 februari 2015 dan kondisi curah hujan yang tinggi  selama beberapa hari berturut-turut ikut memicu terjadinya longsoran.

Dengan kondisi jalan yang terputus total maka upaya penanganan darurat yang perlu dilakukan adalah memfungsikan kembali jalan dengan melakukan pembersihan material longsoran agar jalan bisa segera dilewati oleh masyarakat dan dilakukan pelebaran badan jalan dengan melakukan  cutting pada lereng.

Setelah penanganan darurat tentunya perlu dilakukan penanganan secara permanen untuk mencegah terjadinya longsoran terjadi kembali. Berdasarkan pedoman yang ada, penanganan runtuhan batuan dapat dilaksanakan dengan metode sistem jaring (netting), metode Daerah Tangkapan Batuan (catchment area).

metode beton semprot (shotcrete) dan metode dinding penahan (buffer wall) atau penanganan lainnya misalnya dengan memodifikasi geometri lereng, sistem kanopi (rockshed), sistem angkur batuan atau sistem penanganan lainnya, yang semua metode tersebut penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dilapangan (budi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here