Dihadapan Penyidik dan Pengacara, Tersangka Ayu Cabut BAP Awal

0
12

ATAMBUA-Zonadinamika.com, Tersangka Kasus Pembunuhan Joao F. Vicente, Ayu Mayor Alias Ayu dalam Berita Acara Konfrontir pada Senin 28/8/17 telah resmi merubah keterangannya, sebab menurut Ayu bahwa keterangannya pada BAP pertama yang diperiksa oleh Penyidik atas nama Pak Dullah tersebut adalah hasil intervensi orang lain yang bernama Soleman dan bukan merupakan keterangan Ayu yang sebenarnya.

Adrianus Magnus Kobesi, SH selaku Kuasa Hukum dari Tersangka Ayu Mayor Alias Ayu  mengatakan bahwa alasan kliennya merubah keterangan tersebut karena tidak sesuai dengan kronologis pada BAP pertama.

Menurut Magnus, kliennya mengaku bahwa pemeriksaan pada BAP pertama telah diintervensi oleh orang lain.

Didepan kedua orang saksi dan Kuasa Hukum beserta penyidik kepolisian yang hadir dalam Berita Acara konfrontir tersebut, Ayu mengaku bahwa keterangannya pada BAP pertama yang diperiksa oleh Penyidik Kepolisian yang bernama Pak Dullah telah diintervensi oleh Soleman.

Magnus juga menyampaikan bahwa ketika pemeriksaan terhadap Kliennya berlangsung, ada seseorang yang bernama Soleman masuk kemudian meminta penyidik atas nama Dullah untuk menambahkan keterangan bahwa Julio dan Stefanus juga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.”Itulah yang dibantah oleh Ayu, sebab  keterangan tersebut bukan dari Ayu melainkan telah diintervensi oleh Soleman,” Ungkap Magnus.

Selaku Direktur PLBH-TIMOR juga Kuasa Hukum Tersangka Ayu Mayor, Magnus Kobesi mempertanyakan proses penyidikan di Kepolisian sebab pada pemeriksaan pertama kliennya merasa tertekan sebab dipaksa dan diancam oleh penyidik Dullah dan Soleman bahwa kalau Kliennya dijanjikan akan bebas kalau mengatakan bahwa Julio dan Stefanus terlibat dalam pembunuhan, dan kalau tidak maka Kliennya diancam akan dipenjara.
“Jadi ayu terpaksa mengatakan, sebab ia diancam untuk dipenjara kalau tidak mengatakan keterlibatan Julio dan Stefanus,” Jelas Magnus.

Magnus merasa bahwa kasus ini agak menarik sebab, biasanya ada penyidikan terhadap tersangka ataupun saksi, orang lain yang bukan penyidik dilarang untuk terlibat didalam mendengarkan keterangan saksi ataupun keterangan tersangka justru terjadi di kasus ini.
“Pak Soleman itu, tidak tahu kapasitasnya seperti apa? Kemudian masuk untuk mendengar keterangan atau membantu memberikan keterangan saat Pak Dullah memeriksa Ayu. Itu pengungkapan yang disampaikan secara bebas oleh Ayu dihadapan pengacara,” Tegas Magnus Kobesi, SH.

Lebih menarik juga bahwa, pada pemeriksaan awal terhadap Ayu mestinya sudah didampingi oleh Pengacara, sebab ini adalah kasus pembunuhan. Tapi, menurut Ayu bahwa waktu itu hanya ada Pak Dullah dan Soleman didalam ruang penyidikan.
“itu artinya pengacara tidak ada, dan hal inilah yang menimbulkan peluang untuk diadakan tekanan terhadap Ayu,” Kata Magnus Kobesi.

Selain itu, Magnus juga berterima kasih terhadap penyidik Polres Belu yang sekarang, karena sudah memberikan ruang yang bebas terhadap Ayu sehingga tidak ada lagi tekanan.
“Terima Kasih Buat Polres Belu yang sudah memberikan perubahan-perubahan dalam proses penyidikan kasus ini,” Pungkas Magnus. (Yf).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY